Berkah Pahala Salat di Masjid Quba, Masjid Pertama Dibangun Rasulullah di Madinah

Merdeka.com - Merdeka.com - Masjid Quba menjadi salah satu tempat yang didatangi jemaah saat berada di Madinah. Di masjid ini, jemaah biasanya melakukan ziarah.

Untuk diketahui, Masjid Quba adalah masjid yang pertama kali dibangun Rasulullah SAW setelah hijrah dari Mekkah ke Madinah.

Konsultan Bimbingan Ibadah Haji Daerah Kerja Madinah, Kiai Wazir Ali mengatakan, ziarah ke Masjid Quba sangat dianjurkan oleh Rasulullah. Apalagi bila dalam kunjungan ke Quba, juga menyempatkan salat sunah dua rakaat.

"Di sana ada tertulis prasasti dan bisa terbaca barang siapa berwuduh di rumahnya atau di hotel lalu ke Masjid Quba dan salat dua rakaat, nilai pahalanya seperti pahala umrah," kata Kiai Ahmad Wazir Ali, kepada Media Center Haji di Kantor Daker Madinah, Jumat (10/6).

Terhadap jemaah perempuan yang dalam keadaan tidak suci, untuk kegiatan salat di Masjid Quba memang harus ditunda. Tetapi jika ingin sekadar napak tilas sejarah tentu sangat diperbolehkan.

"Bagi perempuan yang menstruasi ditunda. Kalau ingin mencari nilai pahala umrah, nunggu sampai suci nanti ke Quba dan salat di sana. Tapi kalau sekadar tour ingin aspek kesejarahan silahkan tapi tidak masuk masjid," katanya.
Masjid ini juga menjadi masjid tertua di dunia, diikuti oleh Masjid Nabawi yang dibangun juga pada tahun 622 Masehi.

Masjid ini memiliki 19 pintu, tiga di antaranya adalah pintu utama. Rasulullah SAW adalah orang pertama yang meletakkan batu di kiblatnya saat pembangunan Masjid Quba.

Pada masa Raja Fahd ibn Abdul Aziz masjid ini mengalami renovasi dan perluasan yang menghabiskan biaya sekitar 90 juta riyal sehingga masjid ini mampu menampung sebanyak 20 ribu jamaah. Masjid yang dibangun di atas kebun kurma seluas 1.200 meter persegi dan sekarang memiliki luas sekitar 5.000 meter persegi ini juga memiliki ruangan untuk kegiatan belajar mengajar. [ded]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel