Berkas Kasus Narkoba Rampung, Teddy Minahasa Cs akan Disidang di PN Jakbar Awal Tahun

Merdeka.com - Merdeka.com - Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta menargetkan sidang kasus peredaran narkoba melibatkan mantan Kapolda Sumatera Barat Irjen Teddy Minahasa Cs disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat awal Januari 2023. Namun Kejati DKI Jakarta masih menunggu pelimpahan tersangka dari penyidik polisi yang direncanakan pada awal tahun 2023.

"Sudah tahap II kami limpahkan ke pengadilan untuk sidang (awal Januari)," ujar Wakil Ketua Kejati DKI Jakarta Patris Yusran Jaya kepada wartawan, Kamis (29/12).

Patris mengatakan, 15 Jaksa Penuntut Umum (JPU) menangani perkara tersebut. Jumlah tersebut sama dengan jaksa yang telah meneliti berkas kasus peredaran narkoba jenderal polisi bintang dua tersebut.

Patris melanjutkan, Kejati DKI Jakarta juga meyakini telah mendapatkan barang bukti yang mumpuni agar perkara tersebut segera memasuki tahap persidangan.

"Jaksa meyakini berkas perkara atas nama TM dan kawan-kawan sudah lengkap dan cukup. Sudah didukung alat bukti yang cukup untuk dilanjutkan ke persidangan," tandasnya.

Polisi Serahkan Teddy Minahasa dan Barang Bukti Kasus Narkoba ke Jaksa Tahun Depan

Berkas perkara kasus narkoba yang menyeret Irjen Teddy Minahasa telah dinyatakan lengkap atau P21 oleh jaksa. Kini, tinggal pelimpahan tahap II yakni, tersangka Irjen Teddy Minahasa beserta barang bukti.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan mengatakan untuk pelimpahan tahap II akan dilakukan setelah perayaan malam Tahun Baru 2023 ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

"Berkas pak irjen TM sudah P21," kata dia dalam keterangan tertulis, Kamis (20/12).

Zulpan menerangkan, penyidik Polda Metro Jaya saat ini sedang mempersiapkan pelimpahan tahap II. Rencana Teddy Minahasa beserta barang bukti akan dilimpahkan ke Kejaksaan pada awal tahun baru 2023.

"Setelah tahun baru (pelimpahan tahap II)," ujar dia.

Sebelumnya, Irjen Teddy Minahasa merampas barang bukti narkoba jenis sabu saat melakukan pemusnahan dan digantikan dengan tawas. Adapun, barang bukti sabu merupakan pengungkapan kasus Polres Bukittinggi totalnya 41 kilogram. Namun, yang dimusnahkan hanya 35 Kilogram.

Sementara sisanya 5 kilogram diambil oleh Irjen Teddy Minahasa untuk diedarkan. Pengakuan dari salah seorang tersangka, berinisial AKBP D pengambilan barang bukti hasil sitaan atas perintah Irjen Teddy Minahasa. [gil]