Berkas Perkara Dilengkapi, Kasus Robot Trading Net89 Segera Dilimpahkan ke JPU

Merdeka.com - Merdeka.com - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dit Tipideksus) Bareskrim Polri telah memeriksa delapan tersangka tindak pidana penipuan, penggelapan, perdagangan dan pencucian uang melalui investasi robot trading Net89. Mereka juga tengah melengkapi berkas perkara tersangka AA, LSH, ESI, RS, AL, HS, FI dan B.

"Saat ini penyidik sedang melengkapi berkas perkara," kata Karopenmas Div Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan, Minggu (22/1).

Ramadhan menyebut, pihaknya akan menyerahkan berkas perkara tersebut kepada pihak kejaksaan atau Jaksa Penuntut Umum (JPU). "Dalam waktu dekat berkas perkara tersebut akan segera dikirimkan ke jaksa penuntut umum," sebutnya.

Sita Aset

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dit Tipideksus) Bareskrim Polri melakukan penyitaan terhadap aset milik PT Simbiotik Multitalenta Indonesia (SMI) terkait kasus ini.

"Pada hari Selasa, 22 November 2022, pukul 15.00 Wib penyidik subdit 2 Perbankan Dit Tipideksus Bareskrim Polri melakukan kegiatan penyitaan aset PT SMI Net89 terkait penyidikan perkara robot trading, berupa satu gedung tower PT SMI Net89 di BSD Boulevrad Utara, Tangerang senilai Rp715 miliar," kata Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Kamis (24/11).

Selain itu, pihaknya juga melakukan penyitaan terhadap kantor PT SMI Net89 yang berada di ruko Foresta Bisnis Tangerang. Nilai ruko itu disebut Ramadhan mencapai Rp11 miliar.

"Kemudian penyidik juga melakukan penyitaan sejumlah barang bukti dari tersangka D alias ED yaitu yang pertama uang tunai Rp300 juta, yang kedua menyita 1 mobil senilai Rp270 juta, yang ketiga satu unit jam tangan mewah merek Rolex senilai Rp250 juta," sebutnya.

"Kemudian menyita tas mewah LV senilai Rp32 juta, 1 unit laptop senilai Rp6 juta dan 1 unit Hp," sambungnya.

Delapan Tersangka

Dalam kasus ini, Bareskrim Polri sebelumnya telah menetapkan delapan tersangka kasus dugaan penipuan robot trading Net89. Para tersangka merupakan petinggi PT Simbiotik Multitalenta Indonesia (SMI).

"Untuk kasus robot trading Net89 telah ditetapkan delapan orang tersangka. AA, selaku pendiri atau pemilik Net89 PT SMI memberikan petunjuk tentang skema bisnis dan cara memasarkan investasi robot trading," kata Kabagpenum Div Humas Polri Kombes Nurul Azizah kepada wartawan, Senin (7/11).

"LSH selaku direktur Net89 PT SMI yang selalu bersama-sama dengan AA. ESI selaku founder Net89 PT SMI yaitu tempat tujuan para member mendepositokan dananya dan asal pencairan dana kepada para member Net89 PT SMI," sambungnya.

Lalu, untuk lima orang lain yang juga ditetapkan sebagai tersangka atas kasus tersebut seperti RS, AL, HS (meninggal dunia), FI serta D.

"Selaku sub exchanger Net89 PT SMI, kelimanya sebagai tempat tujuan para member untuk mendepositokan dana dan asal pencairan dana kepada para member Net89," ujarnya.

Para tersangka pun dijerat dengan Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 372 KUHP dan/atau Pasal 45 ayat (1) juncto Pasal 28 dan/atau Pasal 34 ayat (1) juncto Pasal 50 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. [yan]