Berkas Perkara Rachel Vennya Diserahkan ke Kejaksaan

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kasus pelanggaran karantina dengan tersangka selebgram Rachel Vennya memasuki babak baru. Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah melimpahkan berkas perkaranya ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

Selain Rachel Vennya, berkas atas nama Salim Nauderer dan Maulida Khairunnisa, dan petugas bandara berinisial OP, turut dilimpahkan pada hari yang sama.

"Dua berkas sudah diserahkan ke Kejati DKI Jakarta. Berkas tahap satu sudah beberapa hari lalu (semuanya diserahkan)," kata Direktur Reserse Kriminal Umum, Kombes Tubagus Ade Hidayat, Senin (15/11/2021).

Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Diteliti

Rachel Vennya pamer penampilan baru usai berat badan turun sampai 9 kg. (Sumber: Instagram/rachelvennya)
Rachel Vennya pamer penampilan baru usai berat badan turun sampai 9 kg. (Sumber: Instagram/rachelvennya)

Tubagus menerangkan, berkas perkara saat ini tengah diteliti oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Pihak kepolisian sedang menunggu hasilnya.

Sementara itu, selama perkara ini masih diproses, penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Tubagus Ade menyebut, Rachel Vennya tidak ditahan.

Alasan

Selebgram, Rachel Vennya usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka di Polda Metro Jaya, Senin (8/11/2021). (Liputan6.com/Ady Anugrahadi)
Selebgram, Rachel Vennya usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka di Polda Metro Jaya, Senin (8/11/2021). (Liputan6.com/Ady Anugrahadi)

Adapun, alasannya antara lain ancaman hukuman yang hanya satu tahun. Di samping itu, penyidik juga menilai Rachel Vennya bersikap kooperatif.

"Tidak ditahan, kan ancaman hukumannya satu tahun. Nah selama dia kooperatif, ketika kita panggil dia datang," terang dia.

4 Tersangka

Sebelumnya, penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah mengadakan gelar pekara kaburnya Rachel Vennya dari Amerika Serikat.

Hasilnya, empat orang ditetapkan menjadi tersangka yaitu Rachel Vennya, Salim Nauderer dan Maulida Khairunnisa serta satu orang seorang tersangka insial OP yang bekerja sebagai protokoler di Bandara Soekarno-Hatta.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel