Berkat Bank Jago, Jerry Ng Kembali Masuk Jajaran Orang Terkaya RI

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Majalah Forbes merilis daftar orang terkaya terbaru di dunia. Forbes mencatat ada lonjakan orang terkaya menjadi 2.755 orang pada 2021. Total nilai kekayaan orang terkaya di dunia tersebut naik menjadi USD 13,1 triliun pada 2021 dari periode 2020 sebesar USD 8 triliun.

Posisi teratas orang terkaya dunia masih dipegang pendiri Amazon.com, Jeff Bezos. Ia menjadi orang terkaya di dunia selama empat tahun berturut-turut. Kekayaannya naik menjadi USD 177 miliar seiring lonjakan harga saham Amazon.

Di Indonesia, pengusaha nasional hingga bankir masuk daftar 2.755 orang terkaya dunia versi Forbes. Jumlahnya sebanyak 18 orang. Posisi pertama masih diduduki Hartono bersaudara. R Budi Hartono menduduki posisi pertama di Indonesia. Posisi kedua ditempati oleh saudaranya Michael Hartono.

Tak hanya pengusaha, salah satu bankir juga masuk deretan orang terkaya di Indonesia yaitu Jerry Ng. Berdasarkan laporan Forbes, Jerry Ng berada di posisi tujuh orang terkaya di Indonesia dengan total kekayaan USD 2,5 miliar. Untuk posisi dunia di peringkat 1.249 pada 2021. Nilai kekayaan Jerry Ng melonjak signifikan dibandingkan tahun lalu. Pada 2020, nilai kekayaannya mencapai USD 600 juta.

Forbes menyebutkan, bankir yang memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun di perbankan ini mendapatkan kekayaan dari saham di Bank Jago.

Berdasarkan data RTI, saham ARTO sudah melonjak 130,23 persen sepanjang tahun berjalan 2021. Saham ARTO berada di level tertinggi 11.900 dan terendah 4.140 per saham. Nilai transaksi Rp 4,9 triliun dengan total frekuensi perdagangan 298.375.

Pada 4 Januari 2021, saham ARTO ditutup melemah 1,4 persen ke posisi Rp 4.240 per saham. Meski demikian, saham ARTO terus beranjak naik. Saham ARTO capai posisi tertinggi di kisaran 11.375 per saham pada 12 Maret 2021.

Bahkan kapitalisasi pasar saham ARTO masuk jajaran 10 emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2021. Pada Kamis 8 April 2021, kapitalisasi pasar saham ARTO tercatat Rp 136 triliun.

Akuisisi

Pekerja mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di salah satu perusahaan Sekuritas, Jakarta, Rabu (14/11).  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bertahan di zona hijau pada penutupan perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pekerja mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di salah satu perusahaan Sekuritas, Jakarta, Rabu (14/11). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bertahan di zona hijau pada penutupan perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Seperti diketahui, saham ARTO menguat signifikan sejak diakuisisi Jerry Ng melalui PT Metamorfosis Ekosistem Indonesia (MEI). Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) 27 Desember 2019, saat itu saham ARTO bernama PT Bank Artos Indonesia Tbk dibeli oleh Jerry Ng melalui PT Metamorfosis Ekosistem Indonesia dan Wealth Track Technology Limited.

PT Metamorfosis Ekosistem Indonesia (MEI) membeli 454.153.125 saham atau setara 37,65 persen saham dengan harga Rp 395 per saham pada 26 Desember 2019.

Pembelian saham ARTO itu senilai Rp 179,39 miliar. Sementara itu, Wealth Trach Technology Limited beli saham ARTO sebanyak 161.034.375 saham atau setara 13,35 persen dengan harga Rp 395. Nilai pembelian saham itu Rp 63,60 miliar.

Setelah diakuisisi MEI dan Wealth Trach Technology Limited, PT Bank Artos Indonesia berganti nama menjadi PT Bank Jago Tbk pada 11 Juni 2020. Mengutip berbagai sumber, setelah akuisisi, perseroan ingin mengubah ARTO menjadi bank yang mengandalkan teknologi dan menyasar segmen usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) serta ritel. Jerry Ng pun menjadi Komisaris Utama di Bank Jago.

Lulusan Bachelor of Business Administration University of Washington ini sudah lama berkecimpung di dunia perbankan. Jerry Ng seorang bankir yang pernah memimpin PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) dan PT Bank Danamon Indonesia Tbk.

Pada awal 2021, PT Bank Jago Tbk menambah modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. Perseroan menawarkan sebanyak-banyaknya 3 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp 100. Harga pelaksanaan rights issue Rp 2.350 per saham. Dari pelaksanaan rights issue, perseroan akan mendapatkan dana Rp 7,05 triliun.

GIC Private Limited, lembaga pengelola dana abadi milik pemerintah Singapura ikut pelaksanaan rights issue. GIC menyerap 1,19 miliar HMETD dengan nilai USD 225 juta atau setara Rp 3,15 triliun (asumsi kurs Rp 14.000 per dolar AS).

Dalam keterbukaan informasi BEI pada 27 Maret 2021, perseroan mengumumkan adanya GIC Private Limited sebagai pemegang saham ARTO sebesar 9,12 persen.

"PT Metamorfosis Ekosistem Indonesia 29,81%, Wealth Track Technology Limited 11,69 persen, PT Dompet Karya Anak Bangsa 21,40 persen. Lalu GIC Private Limited 9,12 persen dan publik 27,99 persen,” tulis Sekretaris Perusahaan sekaligus Direktur Kepatuhan Bank Jago Tjit Siat Fun.

Sebelum right issue, PT Metamorfosis Ekosistem Indonesia memegang 37,65 persen, Wealth Track Technology Limited 13,35 persen, PT Dompet Karya Anak Bangsa sebanyak 22,16 persen dan publik memiliki 26,84 persen.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini