Berkat Investasi di GoTo, Laba Astra Semester I 2022 Capai Rp18,1 T

Merdeka.com - Merdeka.com - PT Astra Internasional Tbk (ASSI) membukukan laba bersih sebanyak Rp18,1 triliun di Semester I-2022, termasuk keuntungan nilai wajar atas investasi pada GoTo mencapai Rp3,17 triliun. Angka ini meningkat 106 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Jika tidak memperhitungkan keuntungan investasi GoTo, laba bersih Astra Grup mencapai Rp14,5 triliun. Angka ini meningkat sebesar 64 persen secara yoy.

"Alhamdulillah semester pertama tahun 2022, Grup Astra masih mencatatkan kinerja baik," ujar Head of Investor Relations Astra International Tira Ardianti dalam Workshop Pasar Modal Day 1 di Jakarta, Jumat (5/8).

Tira menambahkan, peningkatan laba tersebut juga dipengaruhi oleh kian membaiknya kondisi perekonomian Indonesia dan peningkatan harga komoditas energi global khususnya batu bara. Tercatat, laba bersih divisi alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi Grup meningkat 131 persen menjadi Rp6,2 triliun.

"Meningkatnya harga komoditas itu memberikan dampak langsung kepada bisnis kami yang berbasis komoditas. Seperti, United Tractors dan PT Astra Agro Lestari," terangnya.

Kemudian, laba bersih divisi otomotif Grup juga mengalami peningkatan sebesar 29 persen menjadi Rp4,3 triliun di Semester I-2022. Perolehan laba ini didorong oleh kenaikan penjualan mobil Astra sebesar 23 persen menjadi 259.000 unit, dengan pangsa pasar meningkat dari 53 persen menjadi 54 persen.

Penyumbang Laba Lainnya

lainnya rev1
lainnya rev1.jpg

Laba bersih divisi jasa keuangan Grup meningkat 36 persen menjadi Rp2,9 triliun selama semester pertama 2022. Capaian positif ini disebabkan oleh peningkatan kontribusi dari bisnis pembiayaan konsumen grup sebesar 18 persen menjadi Rp47,2 triliun.

Selanjutnya, divisi agribisnis Grup juga mencatatkan peningkatan laba bersih 25 persen menjadi Rp645 miliar. Kenaikan ini disebabkan harga minyak kelapa sawit yang lebih tinggi.

Divisi infrastruktur dan logistik Grup mencatat peningkatan laba bersih dari Rp91 miliar pada periode yang sama pada tahun 2021, menjadi sebesar Rp353 miliar. Kenaikan laba ini disebabkan peningkatan kinerja dari bisnis jalan tol.

Divisi teknologi informasi Grup, diwakili oleh PT Astra Graphia Tbk, yang 76,9 persen sahamnya dimiliki Perseroan, mencatatkan laba bersih yang lebih tinggi yaitu sebesar Rp24 miliar, dibandingkan dengan Rp14 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Kenaikan ini disebabkan oleh peningkatan marjin usaha, walaupun terdapat penurunan pendapatan pada bisnis layanan kantor.

Terakhir, divisi Properti Grup melaporkan penurunan laba bersih sebesar 12 persen menjadi Rp73 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu, terutama karena laba bersih yang lebih rendah dari Anandamaya Residences yang berasal dari beberapa unit terakhir yang tersisa. [bim]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel