Berkinerja Buruk, Guru Sertifikasi Terancam Sanksi

REPUBLIKA.CO.ID, PALANGKA RAYA - Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Kalimantan Tengah, Krisnayadi Toendan menyatakan, guru sertifikasi yang memiliki kinerja buruk akan dikenakan sanksi.

"Ada ketentuan baru yakni Peraturan Pemerintah nomor 19 yang mengatur tentang penghargaan dan sanksi guru-guru, yang intinya mengenai kinerja guru," kata Krisnayadi di Palangka Raya, Selasa (27/9).

Dijelaskannya, saat ini sudah dimulai dilakukan pelatihan bagi pengajar baik dari Widia Iswara (WI), Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTMPTK), dan Lembaga Pendidikan Mutu Pendidikan (LPMP), terkait peraturan tersebut.

Pelaksanaan PP No 19, efektif diberlakukan pada 2013, namun pada 2012 akan dilakukan sosilisasi kepada guru, agar dapat memahami implementasi dari peraturan tersebut. Sanksi yang diberikan kepada guru yang dianggap tidak profesional, seperti akan dikurangi jam mengajar sehingga berakibat tidak bisa naik pangkat, kemudian bisa dididik kembali dengan mengikuti pelatihan.

Yang lebih memberatkan, jika memang kedua sanksi tersebut sudah dilakukan, namun guru tetap tidak bisa memperbaiki kinerjanya, maka dapat dipensiun dini dan lisensinya sebagai seorang guru akan dicabut.

Menurut Krisanayadi, peraturan tersebut menjawab dilakukan Menteri Pendidikan Nasional, karena selama ini banyak menerima keluhan dari masyarakat, guru yang bersertifikasi bukan malah semakin bagus kinerjanya, akan tetapi sebaliknya.

Ditambahkannya, sertifikasi diberikan untuk kalangan guru yang telah memiliki pengabdian dalam bidang pendidikan agar semakin mempunyai kompetensi dalam profesinya. 

Selain itu guru yang bersangkutan diberikan sertifikasi agar memiliki kemampuan lebih baik untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah masing-masing. Akan tetapi, masih banyak guru yang beranggapan, sertifikasi merupakan hak mereka tanpa perlu memperbaiki kinerjanya.

Ia berharap, sebelum peraturan tersebut berlakuk efektif, semua guru terutama yang sudah memiliki sertifikasi agar betul-betul dapat menunjukkan kinerja yang jauh lebih baik sehingga tidak menerima sanksi atas ketidakprofesional kerjanya.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.