Berkonotasi Buruk, Nama Kampung Apung Diganti  

TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Fadjar Panjaitan meminta kepada anak buahnya agar menghapus istilah kampung Apung, lantas menggantinya dengan nama lain yang lebih membanggakan. Alasannya, nama kampung Apung berkonotasi buruk bagi citra Jakarta.

"Istilah kampung Apung itu jangan dipelihara, harus diperbaiki," ujar Fadjar saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kota Jakarta Barat, Jumat, 22 Maret 2013. Namun, dia tidak mengajukan nama penggantinya.

Kampung Apung pada mulanya bernama Kapuk Teko di Kelurahan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat. Karena sejak 1990 selalu terendam air, terutama saat musim penghujan, nama kampung Teko berubah menjadi kampung Apung.

Fadjar mengatakan, penataan wilayah tersebut sudah masuk dalam perencanaan di Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Perumahan DKI Jakarta. "Masuk dalam program Kampung Deret," ujarnya.

Wali Kota Jakarta Barat, Burhanuddin, mengatakan untuk mengubah citra dari kampung yang selalu kebanjiran menjadi kampung yang bebas banjir, pihaknya akan membangun saluran air sepanjang 900 meter dari lokasi kampung yang terendam ke tiga rumah pompa yang sudah dibangun lebih dulu.

"Saluran air itu nantinya akan mengalirkan air dari kampung ke rumah pompa," kata Burhanuddin. Saat ini, tiga pompa yang berada di sekitar kampung Apung belum bekerja efektif untuk menyurutkan air di wilayah tersebut. Apalagi jarak antara pompa dengan kampung cukup jauh, yakni sekitar 1 kilometer.

"Memang sengaja pompa diletakkan di situ agar bisa menjangkau daerah lain," ujar Burhanuddin. "Soalnya ada kampung lain di wilayah itu yang hanya kering selama empat bulan setiap tahunnya."

Menurut dia, pembangunan saluran air akan dimulai pada April atau Mei 2013. Setelah saluran rampung, kampung Apung akan disedot hingga kering. "Nanti pemakaman di sana akan dipindahkan ke Tegal Alur dan kami akan membuat rumah deret di kampung Teko," katanya.

ANGGRITA DESYANI

Berita terpopuler lainnya:

Mengapa Ibas Laporkan Yulianis ke Polisi

Enam Pernyataan Soal Ibas dan Yulianis

Ibas Siap Diperiksa, Ini Jawaban KPK

Daftar Pasal Kontroversial di Rancangan KUHP

Rahasia Model Brasil Langsing Usai Melahirkan

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.