Berkurangnya Populasi Koala, Para Ilmuwan Australia Mulai Uji Coba Vaksin Klamidia

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Australia Para ilmuwan di sebuah universitas Australia berharap dapat membantu agar populasi koala yang kian hari kian berkurang menjadi lebih sehat dengan vaksin klamidia untuk hewan berkantung.

University of the Sunshine Coast mengatakan pada bulan ini, mereka telah memulai fase ketiga uji klinis untuk vaksin eksperimental.

Chylamydia bisa mematikan bagi hewan yang menyebabkan penyakit komplikasi yang hampir serupa dengan manusia jika tidak diobati, termasuk mata merah, nyeri genital, keputihan, dan kista.

Menurut sebuah studi pada tahun 2019 di jurnal Scientific Reports, sekitar setengah dari koala di satu wilayah geografis Australia dinyatakan positif terinfeksi, dan banyak dari mereka yang di tes positif juga tidak subur.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Melibatkan 400 Koala

(twitter.com/BISouthAfrica)
(twitter.com/BISouthAfrica)

Sejak tahun 2018, Australia mengklaim telah kehilangan sekitar 30 persen koala karena kebakaran hutan, kekeringan, gelombang panas, dan pembukaan lahan, kata Yayasan Koala Australia bulan lalu.

Dalam dua fase pertama uji coba, vaksin telah dinyatakan dan terbukti aman. University of the Sunshine Coast, Peter Timms, seorang profesor mikrobiologi, mengatakan dalam sebuah pernyataan, ia juga menambahkan bahwa penelitian tersebut melibatkan sekitar 200 koala liar dan penangkaran.

Tahap selanjutnya akan melibatkan 400 koala, termasuk yang hidup di cagar alam, serta hewan yang masuk rumah sakit untuk menjalani perawatan, katanya.

Mereka akan dibagi menjadi dua kelompok, 200 akan mendapat vaksin, dan 200 nya lagi akan menjadi kelompok kontrol.

Produsen Vaksin

Lone Pine Koala Sanctuary. Sumber foto: Document/Tourism Australia.
Lone Pine Koala Sanctuary. Sumber foto: Document/Tourism Australia.

"Sementara vaksinasi ini akan secara langsung menguntungkan setiap hewan, uji coba juga akan fokus pada perlindungan yang diberikan oleh vaksinasi," kata Timms dalam sebuah pernyataannya. "Semua koala akan di-microchip, dan rumah sakit akan mencatat setiap hewan yang kembali dengan alasan apa pun selama 12 bulan ke depan."

Timms mengatakan bahwa timnya sedang bekerja dengan produsen vaksin dan regulator pemerintah untuk mempercepat pelepasan vaksin jika hasil uji coba positif.

Sebuah uji klinis juga sedang berlangsung di AS untuk vaksin manusia untuk klamidia. Uji coba Fase 1 yang menguji keamanan dan imunogenisitas vaksin klamidia manusia, yang dimulai pada 2019, diharapkan selesai tahun depan, menurut National Institutes of Health.

Penulis : Azarine Natazia

Infografis Indonesia Australia

Hubungan Indonesia Australia (Liputan6.com/Trieyas)
Hubungan Indonesia Australia (Liputan6.com/Trieyas)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel