Bermain sambil Belajar di Science Center Trans Studio Bandung

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Taman bermain tidak melulu menyuguhkan permainan hura-hura. Beberapa taman bermain juga memiliki wahana untuk menambah ilmu pengetahuan, khususnya bagi mereka yang selalu ingin tahu.
 
Science Center di Trans Studio Bandung merupakan salah satu wahana tersebut. Wahana semua umur ini menyediakan berbagai percobaan dan simulasi yang sehari-hari terjadi di sekeliling kita. Wahana yang diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, pekan lalu ini terdiri dari empat tema keilmuan, yaitu kimia, biologi, matematika, dan fisika. Seluruh percobaan dan simulasi dibuat sedemikian rupa sehingga anak SD pun dapat menikmatinya.

Tema pertama adalah Kimia. Di sini pengunjung bisa mencoba berbagai percobaan kimia yang aman dilakukan. Salah satunya adalah bagaimana soda kue mampu membuat kue menjadi mengembang.
 
Di zona biologi, terdapat berbagai macam percobaan dan simulasi yang berhubungan dengan makhluk hidup. Di sini kita bisa mengetahui seperti apa wajah kita 20 tahun lagi, bagaimana caranya membedakan umur seseorang dari komposisi tulangnya, dan mengenal berbagai macam suara dan perbedaannya.
 
Masuk ke zona matematika, kita tidak memerlukan kalkulator untuk mendapatkan berbagai jawaban. Pengunjung akan mengalami berbagai pengalaman yang selama ini hanya didapat melalui teori. Misalnya, pendulum pasir yang bila diarahkan dengan kecepatan tertentu akan bergerak membentuk pola tertentu. Kita juga akan mengetahui bagaimana sebuah kurva bisa berdiri tegak tanpa penyangga dan perekat, serta berbagai permainan lain untuk mengasah otak.
 
Fisika biasanya dianggap memusingkan bagi banyak siswa. Namun, zona fisika Science Center ini menjawab kebingungan itu. Jika masih tidak percaya petapa India tidak pernah terluka ketika tidur di atas paku, di wahana ini pengunjung bisa membuktikannya sendiri. Di sini juga terdapat harpa tak berdawai yang siap menghasilkan musik yang indah. Bagi yang menyukai ilmu bumi, terdapat simulasi pergerakan bumi dan bagaimana proses terjadinya angin tornado.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.