Bermaksud Ledek Donald Trump, Legenda Liverpool Malah Unggah Gambar Porno

Liputan6.com, Liverpool - Mantan gelandang Liverpool, John Barnes sepertinya harus lebih hati-hati mengunggah sesuatu ke akun media sosialnya. Baru-baru ini, Barnes harus menanggung malu akibat salah satu unggahannya.

Seperti dilansir Daily Star, Barnes mulanya berniat menunggah foto yang mencemooh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Namun dalam unggahannya, terlihat beberapa gambar seperti dari video porno.

Barnes pun meminta maaf atas tindakannya itu. Pria berusia 56 tahun itu mengaku, gambar olok-olok Trump diberikan kepadanya oleh seorang teman.

"Saya meminta maaf akibat unggahan saya soal foto Donald Trump, yang dikirim, dan terdapat gambar kecil seperti video porno," kata Barnes.

"Saya tidak waspada ada foto itu di sana. Sekali lagi, saya mieminta maaf atas ketidaknyamanan ini," ujarnya menambahkan.

Barnes sendiri mengatakan, baru sadar akan unggahannya itu lewat salah satu pengguna twitter. Oleh pengguna itu, ia diminta memotong dahulu tangkapan layar yang mengandung gambar porno tersebut.

Namun gelandang Liverpool era 80 hingga 90an itu mengaku gagap teknologi (gaptek). "Saya tidak tahu bagaimana melakukannya. Saya takut memencet tombol hp ini," kata pengoleksi 409 caps dan 106 gol bagi Liverpool itu.

 

Bahan Cemoohan

Presiden AS Donald Trump (AP PHOTO)

Di sisi lain, kepemimpinan Trump sebagai presiden AS mengundang banyak kritikan. Kritik muncul terutama setelah ia dianggap tidak serius menangani kasus rasisme yang menimpa George Floyd.

Sebelumnya, Floyd yang merupakan warga kulit hitam AS tewas akibat ditindih empat polisi. Padahal, dari video yang diunggah, Floyd terlihat sudah meminta para polisi berhenti karena ia kesulitan bernafas.

Undang Protes

Kasus Floyd langsung mengundang protes tidak hanya di AS. Beberapa olahragawan termasuk para pemain sepak bola juga mengutuk peristiwa itu.

Mereka ramai-ramai di media sosial menggaungkan tagar #BlackLivesMatter sebagai bentuk solidaritas. Di AS sendiri, demonstrasi di beberapa wilayah berakhir dengan kerusuhan.