Bermalam di Rumah Penggerak Musik Tradisi Toba, Nadiem Belajar Memainkan Taganing

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Samosir Salah satu komposer yang terlibat dalam Festival Musik Tradisi Indonesia (FMTI): Lake Toba Ethnic Music Festival, Martahan Sihotang, terharu melihat Nadiem Makarim berada di bengkel tempatnya membuat alat musik tradisional.

Martahan Sihotang merupakan penggiat budaya. Bersama adiknya, Elvrida Sihotang, Martahan menggerakkan kegiatan-kegiatan kesenian seperti pelatihan tari Tor-Tor untuk anak-anak remaja, pembuatan kesenian kerajinan dari bambu untuk para ibu di desanya.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem, sekali lagi memuji penampilan para maestro dan pemuda pemudi di malam puncak FMTI Toba yang berlangsung Selasa, 26 Oktober 2021.

Sambil diajarkan Martahan cara bermain alat musik taganing, Menteri Nadiem bertanya kepada tentang bunyi-bunyian yang didengarnya di acara festival.

"Bunyi-bunyian yang saya dengar di FMTI Toba tadi tidak pernah saya dengar sebelumnya. Sangat cantik dan kental kesakralannya, namun relevan dengan zaman," ucap Nadiem.

Menurut Mendikbud Ristek, inovasi musik seperti itulah yang ingin didengarnya terus. Perpaduan musik tradisi dengan inovasi, di mana sesekali terdengar musik hip hop, sesekali musik elektronik.

"Luar biasa," ujarnya.

Martahan sepakat dengan apa yang disampaikan Nadiem. Menurutnya, musik seperti itu yang akan merangsang anak-anak muda lebih mencintai tradisi.

"Sepakat," ucapnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Dijelaskan Soal Alat Musik

Sambil diajarkan Martahan cara bermain alat musik, Menteri Nadiem bertanya kepada tentang bunyi-bunyian yang didengarnya di acara festival
Sambil diajarkan Martahan cara bermain alat musik, Menteri Nadiem bertanya kepada tentang bunyi-bunyian yang didengarnya di acara festival

Selain belajar alat musik taganing, Menteri Nadiem meminta Martahan menjelaskan soal alat musik lainnya, seperti hasapi, serune, dan garantung sambil bertukar pikiran.

"Saya selalu memikirkan, bagaimana caranya musik ini laku dan dicintai masyarakat luas. Tapi lebih penting, bagaimana secara generik dapat dinikmati anak muda. Saya khawatir musik ini bisa hilang kalau kita tidak bergerak bersama," ungkap Nadiem.

Ada beberapa hal hasil diskusi yang akan didalami Mendikbud Ristek, salah satunya terkait pelestarian musik tradisi di Toba. Martahan mengakui, sebelum bertemu dan bertukar pikiran, dirinya sudah yakin Nadiem serius dalam mengemban tugas.

"Saya merasa pandangan Menteri Nadiem sejalan dengan pemikiran saya," ungkapnya.

Soal pengalaman rumahnya diinapi Menteri Nadiem, Martahan mengaku terharu, karena mendapatkan perhatian. Sudah 3 tahun ia meninggalkan istri dan anak di Jakarta untuk memajukan kebudayaan Toba.

"Komitmen saya ini ternyata diperhatikan Mas Menteri," sebutnya.

Kunjungan Kerja di Sumut

Martahan Sihotang merupakan penggiat budaya. Bersama adiknya, Elvrida Sihotang, Martahan menggerakkan kegiatan-kegiatan kesenian
Martahan Sihotang merupakan penggiat budaya. Bersama adiknya, Elvrida Sihotang, Martahan menggerakkan kegiatan-kegiatan kesenian

Mendikbud Ristek Nadiem Makarim melanjutkan malam terakhir kunjungan kerjanya di Sumut dengan menginap di rumah keluarga Martahan Sihotang. Sebelum bertolak ke Jakarta, sambil sarapan mi gomak, Nadiem juga melanjutkan obrolan dengan penggiat Budaya Batak, Ojax Manalu, dan bermain gondang di tepi Danau Toba.

Dari masukan 60 maestro dan pemuda-pemudi penggerak budaya di acara FMTI yang dicatatnya, dan obrolan hangat di rumah Martahan Sihotang, Nadiem berharap kebudayaan dapat menyejahterakan masyarakat di kawasan Destinasi Super Prioritas.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel