Bermodal Duit Rp 4.800 dari Sang Ibu, Pria India Jadi Miliarder Pengusaha Hotel

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Tekad dan kerja keras bisa membawa seseorang meraih kesuksesan. Pepatah yang berbunyi ‘Di mana ada kemauan, di situ ada jalan’ sangat sesuai untuk menggambarkan perjalanan hidup miliarder India bernama Rai Bahadur Mohan Singh Oberoi.

Oberoi adalah pendiri Oberoi Hotel and Resorts, perusahaan hotel terbesar kedua di India. Ia tidak datang dari latar belakang keluarga dengan perekonomian yang baik.

Melansir dari News 18, Rabu (29/9/2021), ayah Oberoi meninggal dunia ketika dirinya masih berusia enam bulan. Alhasil, sang ibu yang harus mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya.

Ketika sudah cukup umur untuk membantu ibunya, ia memilih meninggalkan sekolah dan mulai bekerja di pabrik sepatu milik pamannya di Lahore. Awalnya, Oberoi bekerja sebagai manajer. Namun, pabrik itu harus ditutup karena terjadi kerusuhan di kota.

Pada saat yang sama, Oberoi menikah dengan Ishran Devi. Setelah menikah, pasangan suami istri itu pindah ke Sargodha dan tinggal bersama saudara iparnya.

Oberoi sempat mencari pekerjaan, tetapi keberuntungan belum berpihak kepadanya. Rasa putus asa membawa Oberoi untuk pulang ke kampung halaman di distrik Jhelum. Ia ingin tinggal bersama sang ibu dan merawatnya.

Tidak disangka, ibu Oberoi menolak dan meminta anaknya untuk kembali ke rumah mertua. Oberoi pun mengantongi uang sebesar INR 25 (Rp 4.800) yang diberikan ibunya sebelum pergi.

Titik Awal Kesuksesan

Ilustrasi hotel. (iStockphoto)
Ilustrasi hotel. (iStockphoto)

Perjuangan selama bertahun-tahun membawa Oberoi tinggal di Shimla dan mendapatkan pekerjaan sebagai resepsionis di The Cecil Hotel.

Pada 1922, Oberoi akan menerima gaji sebesar INR 50 (Rp 9.600) setiap bulan dari pekerjaannya tersebut.

Pada 1934, ia berhasil mendapatkan properti pertama, The Clarkes Hotel, dari sang mentor dengan menggadaikan perhiasan dan semua aset yang dimiliki.

Tekad dan kerja keras Oberoi mulai membuahkan hasil karena bisnis hotel mulai berjalan. Hipotek hotel berhasil dilunasi hanya dalam lima tahun.

Selanjutnya, Oberoi juga mengakuisisi Grand Hotel di Calcutta yang dijual sebagai akibat adanya wabah kolera. Hotel tersebut menjadi sukses di bawah kepemimpinan Oberoi.

Satu per satu hotel berhasil diakuisisi Oberoi. Saat ini, Grup Oberoi mengoperasikan 31 hotel dan resort mewah di India dan luar negeri.

Oberoi sering kali disebut sebagai bapak industri hotel India. Namun, ia menghembuskan napas terakhirnya pada 2002, meningggalkan warisan yang sampai saat ini masih kuat karena tekad dan kerja keras yang dimilikinya sejak dulu.

Reporter: Shania

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel