Bermodal Rp3 Juta, Menikah tanpa Menuruti Gengsi Itu Penuh Berkah

·Bacaan 3 menit

Fimela.com, Jakarta Persiapan pernikahan seringkali dipenuhi drama. Ada bahagia, tapi tak jarang juga ada air mata. Perjalanan menuju hari H pun kerap diwarnai perasaan campur aduk. Setiap persiapan menuju pernikahan pun selalu punya warna-warninya sendiri, seperti kisah Sahabat Fimela dalam Lomba Share Your Stories Bridezilla: Perjalanan untuk Mendapat Status Sah ini.

***

Oleh: Yaya

Hai perkenalkan nama saya Yaya dan nama suami saya Dony. Hubungan saya dengan suami saya penuh dengan kejutan, karena kami berdua bertemu di pertengahan tahun 2020 dan memutuskan untuk menikah di tahun 2021.

Hal yang membuat kami berdua memutuskan untuk menikah adalah :

1. Kami berdua sama-sama cocok dan ada ketertarikan satu sama lain.

2. Kami berdua memiliki visi dan misi yang sama.

3. Karena kami berdua saling mencintai.

4. Kami memiliki latar belakang hidup yang sama, yaitu kami sama-sama berasal dari keluarga broken home.

Sebelumnya kami mempunyai rencana menikah pada akhir tahun 2021, karena kami berdua harus mengumpulkan biaya untuk acara resepsi pernikahan, dengan catatan kami akan mengadakan resepsi jika pandemi covid 19 ini sudah berakhir.

Seiring dengan berjalannya waktu, tidak terasa pandemi covid 19 belum juga usai dan berdampak pada perekonomian kami berdua. Perasaan cemas selalu menghantui kami berdua, terbesit pemikiran, "Bisa nggak ya kami menikah, kalau tabungan belum terkumpul gimana nih?"

Selalu overthinking, takut tidak bisa menikah dan perekonomian kami stuck karena dampak covid 19. Kami berdua sangat bersyukur, karena kami masih memiliki semangat yang tinggi, membuat kami terus berusaha dan bangkit.

Di saat kami sudah sangat bersemangat untuk bekerja lebih keras, datanglah suatu ujian yang sangat menyayat hati kami berdua. Kami kehilangan dua anggota keluarga di bulan yang sama, pada bulan Oktober 2020.

Saya ditinggalkan oleh adik dari ibu saya (tante saya sendiri) yang sudah saya anggap seperti orang tua saya sendiri, sedangkan suami saya ditinggalkan oleh papanya. Kami sangat terpukul dan hampir menyerah, karena kondisi yang membuat hidup kami benar-benar ada di titik terendah. Perekonomian memburuk dan keluarga yang kami cintai telah tiada.

Pernikahan itu tidaklah sulit, hanya gengsi saja yang mempersulit.

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/Vershinin89
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/Vershinin89

Sampai akhirnya kami berdua memutuskan untuk tidak bertemu beberapa bulan. Karena hari demi hari perekonomian memburuk, selain itu kami berdua masih dalam suasana berduka. Kami benar-benar goyah, padahal sebelumnya kami memiliki semangat yang tinggi.

Awal 2021 tepatnya bulan Januari kami bertemu dan membangun kepercayaan lagi, dengan kondisi benar-benar dari bawah. Kami berdua bekerja keras demi harapan kami berdua, kami selalu berdoa kepada Tuhan agar selalu di berikan kemudahan dalam menghadapi cobaan hidup.

Hari demi hari kami berdua mulai belajar memahami bahwa menikah itu tidaklah sulit, hanya gengsi yang mempersulit. Akhirnya kami berdua memutuskan untuk menikah dengan penuh kesederhanaan, dengan bermodalkan uang sebesar 3 juta rupiah kami bisa melaksanakan akad suci pernikahan. Mahar Rp300 ribu, cincin Rp650 ribu (sepasang), seperangkat alat salat Rp150 ribu, biaya KUA Rp900 ribu (karena kami akad di luar jam kerja), jamuan makanan Rp1 juta.

Kami berdua adalah muslim, kami menikah dengan penuh kesederhanaan. Saya sendiri sebagai wanita berpegang teguh pada ajaran agama saya, jadilah wanita yang tidak memberatkan bagi suami.

Pernikahan kami di hadiri oleh bapak penghulu dan keluarga terdekat. Kami berdua menikah pada bulan Mei 2021 dan bersyukur sampai saat ini kami berdua memiliki semangat yang tinggi, kami saling percaya dan saling mencintai.

Pernikahan itu tidaklah sulit, hanya gengsi saja yang mempersulit. Jangan mudah menyerah, karena jika dua insan berniat untuk menikah, maka Tuhan akan menunjukan jalan untuk kita. Jangan takut tidak bisa menikah, kami berdua menikah dengan modal Rp3 juta, semoga cerita ini menginspirasi teman-teman yang sedang berencana untuk menikah.

#ElevateWomen

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel