Berniat Bikin Startup? Penyandang Disabilitas Bisa Cari Ide dari Personal Pain

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Co-founder of Burgreens & Green Rebel Helga Angelina berbagi ilmu terkait ide dan perencanaan strategi startup baik untuk penyandang disabilitas maupun non disabilitas.

Hal pertama yang ia bahas adalah terkait Ideation Framework atau bagaimana mencari ide untuk menjalankan sebuah startup.

Pencarian ide dapat dilakukan dengan pertanyaan “why?” atau mengapa ingin memulai sebuah startup. Salah satu cara mendapatkan jawaban tersebut adalah dengan berdasar pada kebutuhan atau kesulitan diri sendiri (personal pain).

“Kalau aku bikin Burgreens ini dimulai dengan personal pain yang ketemu dengan kesempatan pasar juga,” kata Helga dalam seminar daring Strategic Thinking & Sustainable Business Unilever, Rabu (10/11/2021).

Bagi penyandang disabilitas, ide startup bisa muncul dari hambatan sehari-hari. Misal, seseorang memiliki kebutuhan khusus maka apa yang perlu dibuat agar bisa mengatasi kebutuhan khusus pribadi dan teman-teman disabilitas yang lain.

Bercermin dari Nadiem Makarim

Helga juga mencontohkan, personal pain yang dimaksud dapat bercermin juga dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim yang sukses dengan startup ojek daringnya.

Startup Nadiem itu berawal dari dia yang kadang malas bawa mobil sendiri kalau lagi buru-buru, tapi di sisi lain dia sulit menemukan ojek di sekitar rumahnya. Sementara itu, tukang ojek juga kesulitan nyari penumpang dan banyak yang nganggur.”

Dari observasi kehidupan sehari-hari yang Nadiem perhatikan, ia merasa bahwa hal tersebut adalah personal pain-nya. Selain itu, ia juga berpikir bahwa kesulitan yang sama dialami pula oleh banyak orang.

“Dia nyari solusi dengan membuat platform yang menggabungkan penumpang dan tukang ojek dengan tarif yang transparan. Kalau dulu, ongkosnya jarang yang standar jadi ada yang harganya oke, ada juga yang kemahalan.”

Why Saja Tidak Cukup

Ketika ide startup sudah ditemukan, maka selanjutnya yang harus dicari adalah kesempatan. Karena why saja tidak cukup, lanjut Helga.

“Kita harus lihat kesempatan kita ada di mana saja, caranya banyak ada observasi, penelitian, dan inspirasi dari kota atau negara lain yang memiliki tantangan sama.”

Observasi dapat dilakukan dengan melihat atau memerhatikan kehidupan sehari-hari yang menjadi kesulitan diri sendiri dan banyak orang. Sedang, penelitian dapat dilakukan dengan cara mengobrol dengan ahli, penelitian dokumen, sosial media, dan lain-lain.

“Yang jelas, untuk kita tahu ide kita itu visible atau enggak yang perlu dicek juga adalah inspirasi dari kota atau negara lain yang punya tantangan sama. Apakah solusi yang datangnya dari misi kita itu ketemu dengan kesempatan pasar,” pungkasnya.

Infografis Tunjangan Khusus Penyandang Disabilitas di Jakarta

Infografis Tunjangan Khusus Penyandang Disabilitas di Jakarta. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Tunjangan Khusus Penyandang Disabilitas di Jakarta. (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel