Berniat Lewatkan GP Turki, Binotto Fokus ke F1 2021

I Gede Ardy Estrada
·Bacaan 1 menit

Pria 51 tahun itu mengatakan ada pekerjaan penting yang harus diselesaikan agar Ferrari bisa lebih kompetitif pada Formula 1 2021 di markas tim, Maranello, Italia.

F1 musim ini tampaknya akan menjadi yang terburuk bagi Ferrari di era hybrid. Mereka kini berada di urutan keenam klasemen sementara dengan raihan 103 poin.

Sepanjang F1 2020, yang telah melangsungkan 13 seri, pabrikan asal Negeri Pizza tersebut hanya mampu meraih dua podium lewat Charles Leclerc di GP Austria dan GP Inggris.

Jika dibandingkan dengan pencapaian menjadi runner-up dalam tiga musim beruntun dari 2017 hingga 2019, tentu saja rapor Ferrari musim ini sangat mengecewakan.

Charles Leclerc, Ferrari SF1000

Charles Leclerc, Ferrari SF1000<span class="copyright">Charles Coates / Motorsport Images</span>
Charles Leclerc, Ferrari SF1000Charles Coates / Motorsport Images

Charles Coates / Motorsport Images

Ferrari kesulitan musim ini salah satunya karena power unit mereka mengalami kemunduran. Tetapi Binotto mengatakan hasil pengujian spek 2021 sangat menjanjikan.

"Tahun depan kami mungkin akan memiliki power unit yang benar-benar baru. Ferrari telah banyak berinvestasi mengembangkan power unit untuk 2021 dan 2022," katanya.

"Saya pikir feedback dalam hal kinerja dan keandalan (power unit untuk 2021) sangat menjanjikan," pria kelahiran Lausanne, Swiss itu menjelaskan.

Meski Binotto absen dalam empat race sisa, bisa dipastikan sang prinsipal akan bekerja keras di Maranello demi mengembalikan performa Ferrari untuk musim depan.