Berpantun, Sandiaga Uno Ungkap 2 Modal Indonesia Terbebas dari Jeratan Pandemi Covid-19

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Hal tersebut disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengungkapkan 2 hal yang dianggap menjadi modal utama dalam pemulihan ekonomi bangsa pasca pandemi covid-19.

Pandemi covid-19 berdampak langsung terhadap masyarakat hampir dua tahun belakangan. Ekonomi yang mengalami pelambatan memicu disrupsi di seluruh sektor, termasuk pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf).

Merujuk hal tersebut, pengembangan kearifan lokal dan ekonomi rakyat harus terus dikembangkan. Keduanya dianggap menjadi modal utama dalam pemulihan ekonomi bangsa pasca pandemi covid-19.

Ini dia ungkapkan dalam webinar yang digelar Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) pada Rabu (25/8/2021).

Dalam kesempatan tersebut, Sandiaga Uno memaparkan peran kearifan lokal yang menurutnya menjadi modal utama dalam pemulihan ekonomi nasional.

Satu di antaranya adalah pantun. Pantun yang ditegaskannya telah diakui UNESCO sebagai intagible cultural heritage Indonesia itu diharapkannya dapat dilestarikan oleh masyarakat, khususnya kalangan muda.

"Oleh karena itu saya selalu bilang, please use it, because if we dont use it, we will lose it. Jadi kita harus pakai, jika kita tidak pakai kita nanti akan kehilangan budaya yang menjadi sosial budaya kita ini," jelas Sandiaga Uno.

"Untuk itu saya berikan dua bait pantun," ujarnya seraya berpantun.

'Akhir pekan biasanya mengantar istri ke pasar pagi, untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari. Rekan-rekan Lemhanas mari tingkatkan inovasi dan kolaborasi, bersama Lemhanas kita bangkit melawan pandemi'.

'Salah satu dari lima destinasi super prioritas adalah Danau Toba, keindahannya memikat hati tak perlu diragukan. Yuk bersama lestarikan budaya kita, sebagai kekuatan pulihnya perekonomian'.

Senada dengan pantun yang disampaikannya, Sandiaga Uno berharap agara seluruh pihak dapat menerapkan langkah kolaborasi, adaptasi dan inovasi.

Kolaborasi dijelaskannya selaras dengan kearifan lokal yang dimiliki bangsa Indonesia, yakni gotong royong.

Lewat gotong royong, dirinya meyakini bangsa Indonesia bisa segera terbebas dari jeratan pandemi covid-19.

"Karena kalau bicara kolaborasi untuk keluar dari krisis, sebetulnya modal budaya kita ini adalah gotong royong dan ini ada dalam setiap tarikan nafas sebagai bangsa Indonesia," ungkap Sandiaga Uno.

"Saya melihat bagaimana kita bisa menemukan sisi terbaik kemanusiaan kita dalam bergotong royong, khususnya di tengah kondisi yang sangat memprihatinkan ini," jelasnya.

Modal Lainnya

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno saat melakukan kunjungan kerja di gedung Pendopo Kabupaten Garut, Jawa Barat. (Liputan6.com/Jayadi Supriadin)
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno saat melakukan kunjungan kerja di gedung Pendopo Kabupaten Garut, Jawa Barat. (Liputan6.com/Jayadi Supriadin)

Selanjutnya inovasi yang disebut Sandiaga Uno merupakan keahlian dari masyarakat Indonesia.

Sebab, inovasi dapat dilihat dari beragam adat istiadat dan budaya yang dimiliki seluruh rakyat, mulai dari Sabang hingga Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote.

"Kearifan lokal yang menjadi inovasi. Bagaimana bangsa kita selama ini menggunakan tenun kebangsaan mereka untuk terus berinovasi dan mencari formula sendiri-sendiri untuk mengatasi pandemi ini," jelas Sandiaga Uno.

Terakhir adalah adaptasi. Konsep untuk bisa bertahan dan bangkit di tengah keterpurukan pandemi covid-19.

"Lewat paduan nilai keluhuran bangsa ditambah dengan aspek digitalisasi, membantu kita mengadopsi protokol kesehatan yang ketat dan disiplin dalam langkah kita untuk kembali sehat dan memulihkan ekonomi kita," jelas Sandiaga Uno.

"Dan ternyata kekuatan ekonomi rakyat kita yang akhirnya mampu membangkitkan sektor parekraf, rumah bagi 34 juta masyarakat Indonesia yang menggantungkan hidupnya," tutupnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel