Berpegangan Tangan Ternyata Ada Manfaat Psikologisnya

Liputan6.com, Jakarta Berpegangan tangan merupakan sesuatu hal yang begitu banyak dari kita bisa lakukan. Tidak hanya berpegangan tangan dengan pasangan, tetapi juga dengan teman dan orangtua.

Namun, dilansir dari Women's Health pada Jumat, 14 Februari 2020 banyak pasangan yang secara alami atau spontan akan sering menggenggam tangan pasangannya.

Kenapa itu bisa terjadi? Apakah itu karena sudah menajdi rutinitas? Adakah manfaat kesehatan yang terbukti secara ilmiah dari berpegangan tangan dengan pasangan, teman, dan orangtua?

Psikoterapis di London, Belynder Walia menjelaskan, "Berpegangan tangan adalah sesuatu yang telah dilakukan manusia selama berabad-abad. Itu adalah praktik yang telah menjadi subjek banyak penelitian untuk mencari tahu mengapa manusia memiliki dorongan ini.".

Terlepas dari alasan mengapa kita melakukannya, menurut Walia, berpegangan tangan pada akhirnya membawa kenyamanan, kehangatan, pelepasan rasa sakit, dan persahabatan.

Para ahli menemukan ada sejumlah alasan yang sangat mengejutkan dan menarik mengapa berpegangan tangan adalah perilaku yang umum dan memiliki banyak manfaat.

Lalu, apa saja manfaat dari berpegangan tangan?

1. Berpegangan tangan bermanfaat bagi kesehatan fisik dan mental

menggenggam tangan/Photo by Svyatoslav Romanov on Unsplash

Menggenggam tangan pasangan akan terasa menyenangkan. Namun, menurut ilmu pengetahuan, ada perasaan positif yang lebih dalam dari itu.

"Banyak penelitian dalam ilmu saraf yang menunjukkan bahwa sentuhan menghasilkan oksitosin, bahan kimia perasaan enak yang sangat baik untuk kesehatan mental dan fisik seseorang," ucap psikoseksual dan psikoterapis hubungan di London, Silva Neves.

Oksitosin sebenarnya adalah hormon yang terlibat dalam ikatan, koneksi, membangun kepercayaan, dan empati pada diri seseorang.

Dikatakan juga oleh psikolog klinis di California, Janina Scarlet, berpegangan tangan dapat memperkuat ikatan romantis dan juga dapat mengurangi rasa sakit fisik dan psikologis

"Sentuhan cinta dari pasangan yang romantis dapat mengurangi persepsi dari rasa sakit, tekanan darah, kecemasan, dan reaktivitas terhadap stres," ujar psikolog klinis di California.

Silva menjelaskan jika memegang tangan dapat mengatur sistem saraf kita.

"Touch Research Institute (TRI) menegaskan bahwa memegang tangan adalah bagian integral dari koneksi dan kesejahteraan. Itu karena kulit adalah bagian sensitif dari tubuh dan terhubung ke sistem vagal (yang dapat mengatur sistem saraf kita)," ucap Silva.

Berpegangan tangan juga merupakan cara positif untuk mengelola emosi negatif, menurut psikolog klinis di New York, Dr. Tony Ortega.

Sebuah studi yang dilakukan pada 2006 oleh James Coan dan rekan menunjukkan bahwa memegang tangan mengurangi stres. Itu diverifikasi oleh penggunaan scan Magnetic Resonance Imaging (MRI) otak.

2. Berpegangan tangan membuat keselarasan

Bek Real Madrid, Sergio Ramos menggenggam tangan istrinya, Pilar Rubio setelah upacara pernikahan mereka di Sevilla, Spanyol (15/6/2019). Ramos resmi menikahi kekasihnya Pilar Rubio setelah berpacaran sejak 2012. (AP Photo/Antonio Pizarro)

Ketika saling berpegangan tangan, mereka mulai bernapas dalam sinkronisasi. Seperti yang dijelaskan oleh Silva, ini berarti emosi akan mengalir dari satu orang ke orang lain.

Itu dikenal sebagai sinkronisasi antarpribadi dan fenomena dimana orang secara fisiologis mencerminkan orang yang bersama mereka.

"Tampaknya berpegangan tangan juga memiliki tujuan untuk merasakan pendalaman hubungan manusia," kata Silva.

Namun, ia menunjukkan ini hanya akan terjadi ketika seseorang memegang tangan orang yang dicintai dan dipercaya.

Ketika berpegangan tangan, kita lebih terbiasa dengan perasaan, emosi, dan kebutuhan satu sama lain.

"Kami secara tidak sadar bertukar informasi emosional satu sama lain," ujar psikoseksual di London.

Secara naluri, kita dapat menafsirkan hal tentang apa yang orang lain rasakan dari bagaimana mereka memegang tangan kita, denyut nadi, tingkat keringat, dan banyak lagi.

3. Berpegangan tangan adalah perilaku yang dipelajari sejak kecil

Lalu saat memperkenalkan nama sang anak, Kylie Jenner hanya menyebutkan mengunggah foto dirinya yang menggenggam tangan kecil Stormi dengan wajah sang anak yang tak terlalu jelas terlihat. (instagram/kyliejenner)

Psikolog di Private Therapy Clinic, Dr. Becky Spelman mengatakan bahwa memegang tangan adalah perliaku yang begitu naluriah dan mendarah daging, sehingga kita bahkan tidak perlu memikirkannya saat hendak melakukannya.

Spelman menjelaskan, "Saat bayi dilahirkan dengan refleks menggenggam tangan mungil mereka. Secara naluriah itu sudah berusaha berpegangan tangan."

Berpegangan tangan juga merupakan cara orangtua untuk menjaga anaknya tetap aman. Itu juga cara menunjukkan perhatian dan kasih sayang.

Manusia mentransfer beberapa perilaku masa kecil mereka dari skenario orangtua dan anak ke hubungan romantis mereka di kemudian hari.

4. Berpegangan tangan adalah cara untuk menujukkan kasih sayang

ilustrasi menggenggam tangan/Photo by Ryan Franco on Unsplash

Penelitian menunjukkan ketika pasangan yang sering berpegangan tangan akan mengungkapkan lebih sedikit amarah. Itu juga menunjukkan kepuasan dengan hubungan mereka daripada yang tidak melakukannya.

"Ini melambangkan gairah dan hubungan yang kuat antara dua orang yang sangat peduli satu sama lain," ujar pendiri Klinik Psikologi Kesehatan di London, Joanna Konstantopoulou.

Tidak hanya berpegangan tangan dengan pasangan yang dapat menunjukkan kasih sayang, tetapi juga dengan teman, sahabat, dan orangtua.

5. Berpegangan tangan menunjukkan dukungan dan kepedulian

(Happy Smile Studio/Facebook.com)

Bukan hanya untuk romantisme semata ketika berpegangan tangan, tetapi juga turut memberikan dukungan kepada orang yang sedang tertimpa masalah.

"Dalam semua budaya kita cenderung berpegangan tangan dengan seseorang yang sedang berduka atau kesakitan sebagai cara untuk menunjukkan dukungan kita kepada mereka," ucap Spelman.

6. Berpegangan tangan menunjukkan kontrol

ilustrasi berpegangan tangan/copyright Unsplash/Alvin Mahmudov

"Mungkin ada situasi tertentu dimana ia gunakan untuk mengekspresikan rasa kepemilikan," kata psikolog, Dr. Elena Touroni.

Becky Spelman setuju, itu dapat dapat digunakan sebagai isyarat kontrol yang mendominasi. Dalam hubungan yang kasar, misalnya, pasangan mungkin memegang tangan pasangannya mereka sebagai cara membatasi gerakan mereka dengan tegas.

Dr. Tony Ortega menambahkan, "Saya memiliki klien yang menyatakan bahwa mereka memegang tangan pasangan di depan umum untuk menghindari pasangan mereka menjadi korban.".

Penulis : Vina Muthi A.

Simak video menarik berikut ini: