Berpikir Positif tentang Larangan Mudik

Syahdan Nurdin, andiismoro79
·Bacaan 3 menit

VIVA – Setelah pemerintah resmi melarang mudik lebaran pada tahun 2021 ini tentu banyak sekali spekulasi terkait pengaruh kondisi ekonomi dan yang lainnya diperbincangkan.

Mudik lebaran yang merupakan tradisi dan selalu ditunggu-tunggu setiap tahunnya oleh masyarakat kita, di mana masyarakat melakukan kegiatan Pulang Kampung untuk bersilaturahmi dengan keluarga di daerah asal setelah bulan Ramadhan, dengan waktu yang hampir bersamaan tentu secara ekonomi memberikan harapan positif terhadap pelaku usaha daerah tujuan atau daerah perlintasan jalur mudik lebaran, pola konsumsi, perputaran uang, redistribusi ekonomi dari kota ke desa, dan perliku yang konsumtif pada momen mudik lebaran memberikan dampak ekonomi yang sangat besar bagi daerah tujuan mudik.

Pada masa sebelum pandemi dikala momen mudik lebaran tidak pernah dilarang, pemerintah selalu menggenjot anggarannya untuk perbaikan dan pembangunan infrastruktur termasuk penyelesaian ruas-ruas jalur tol dan perbaikan jalur arteri diberbagai daerah, bahkan selama masa mudik lebaran, pemerintah juga harus memberlakukan beberapa peraturan guna kelancaran arus kendaraan di jalur mudik lebaran.

Misalnya, memberlakukan sistem contra flow dan one way, pembatasan operasional kendaraan angkutan barang, hingga penyediaan sarana penunjang, pantauan satuan tugas pengamanan dan sebagainya pada ruas-ruas rawan kemacetan.

Dengan larangan ini tentu hal tersebut bisa tidak terjadi, bahkan di berbagai ruas toll tahun 2020 terjadi penurunan kendaraan yang signifikan dengan adanya larangan mudik lebaran, pun juga pantauan petugas di jalur arteri yang biasanya terjadi kemacetan.

Dampak positif yang diperoleh

Dengan adanya larangan mudik lebaran di tahun ini tentu kesibukan pemerintah menghadapi arus mudik lebaran tersebut hampir tidak akan terjadi, namun kita tentu akan berfikir apakah ada hal yang bisa kita ambil nilai positifnya dengan adanya larangan ini selain antisipasi penyebaran Covid-19?

Data Badan Pusat Statistik menyebutkan bahwa nilai Produk Dumestik Bruto lapangan usaha konstruksi pada tahun 2020 terkontraksi sebesar 3,26 persen, artinya terjadi perlambatan kegiatan pada sektor tersebut karena penundaan belanja pekerjaan konstruksi utamanya oleh proyek-proyek pemerintah.

Sektor konstruksi tentunya bukan satu satunya yang terdampak karena pandemi , banyak sektor usaha juga terdampak seperti sektor transportasi, penyedia akomodasi makanan dan minuman dan sebagianya juga mengalami dampak yang signifikan

Dengan adanya larangan mudik lebaran ini tentu keuntungan bagi pemerintah justru menjadi lebih leluasa dalam berkonsentrasi melakukan percepatan penanganan pandemi covid-19, pemerintah tidak direpotkan dengan manajemen lalulintas , penyiagaan aparat keamanan di posko jalur arteri maupun jalur tol, anggaran pembangunan infra struktur serta penyediaan sarana penunjang dan sebagainya, pemerintah justru akan lebih berkonsentrasi dengan melakukan refocusing anggaran yang sedianya untuk alokasi pelaksanaan pembangunan infrastruktur , dialihkan untuk mendukung penanganan pandemi Covid-19.

Harapan bagi masyarakat

Fenomena mudik lebaran sejatinya adalah hak seluruh warga negara untuk melakukan perjalanan dan bersilaturahmi dengan keluarga, namun dengan alasan penyebaran covid19, tentu pemerintah juga harus memberikan jaminan untuk melindungi setiap warga nya, jadi mari kita berikan keleluasaan pemerintah untuk bekerja keras menangani pandemi Covid-19.

Semua tentu berharap pandemi segera berakhir, penanganan bisa dilakukan secepatnya, sehingga akselerasi kinerja ekonomi nasional baik dari sisi nilai konsumsi , investasi diharapkan terus berjalan dan meningkat, untuk soal silaturahmi dengan keluarga di kampung halaman bisa dilakukan secara virtual, banyak media yang dapat digunakan untuk melakukan komunikasi dengan jaringan internet, seperti himbauan pemerintah.