AS berpotensi hadapi "tripledemic" di tengah eksodus tenaga kesehatan

NEW YORK CITY, 26 Oktober (Xinhua) -- Amerika Serikat (AS) kemungkinan besar akan menghadapi apa yang oleh beberapa dokter disebut sebagai "tripledemic" pada musim dingin tahun ini dengan melonjaknya kasus COVID-19, flu, dan virus yang disebut respiratory syncytial virus (RSV) secara bersamaan, demikian dilaporkan oleh CBS News pada Selasa (25/10).

"Peningkatan simultan pada jumlah kasus untuk ketiga virus tersebut terjadi ketika semakin banyak tenaga profesional meninggalkan bidang perawatan kesehatan demi pekerjaan lain dengan gaji yang lebih tinggi atau menimbulkan kelelahan fisik dan mental dengan level yang lebih rendah, yang dapat semakin mengancam sistem perawatan kesehatan negara yang sudah kewalahan," sebut laporan itu.

"Saya khawatir rumah sakit dan penyedia layanan kesehatan akan kewalahan," kata kontributor medis CBS News sekaligus editor-at-large Kaiser Health News Celine Gounder seperti dikutip dalam laporan itu. "Saat ini kita melihat jumlah kasus flu dan RSV yang sangat tinggi, jadi kemungkinan akan ada sekitar 35.000 pasien rawat inap per pekan dari dua kondisi itu saja."

Sistem perawatan kesehatan sedang berjuang menghadapi berkurangnya jumlah tenaga kerja menyusul pengunduran diri massal tenaga kesehatan selama pandemi, yang sebagian besar dipicu oleh kelelahan fisik dan mental (burnout).

Sekitar 330.000 tenaga kesehatan profesional meninggalkan angkatan kerja pada 2021, tulis laporan itu, mengutip perusahaan intelijen komersial perawatan kesehatan, Definitive Healthcare.

"Ini berarti lebih banyak pekerjaan harus ditanggung oleh perawat, dokter, serta staf administrasi dan staf pendukung yang masih bertahan di industri tersebut," tambah laporan itu.