Berpotensi Kuras Devisa Negara, Pemerintah Harus Tegas Soal Impor Alkes

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Produsen alat kesehatan (alkes) dalam negeri perlu mendapat dukungan dan perhatian dari pemerintah. Selama ini produk alkes impor banyak membanjiri pasar Indonesia.

Selain menguras devisa negara, kondisi ini tentunya akan berdampak pada minimnya penyerapan lapangan pekerjaan bagi para tenaga kerja di Indonesia.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Asosiasi Peneliti dan Manufaktur Alat Kesehatan Indonesia (APMAKI) Dr Tumiran saat menghadiri acara Tasyakuran Terbitnya Ketetapan Halal MUI untuk PT Taishan Alkes Indonesia di Jakarta, Rabu 6 Oktober 2021, kemarin.

Tumiran mengatakan produsen alkes dalam negeri seperti PT Taishan Alkes Indonesia mampu melakukan transfer teknologi dengan cepat dan menjadi produk kebanggaan dalam negeri.

Sebaliknya, penggunaan produk-produk alkes impor justru akan menguras devisa negara dan akan menghambat penyerapan tenaga kerja di Indonesia.

“Kita gunakan saja produk dalam negeri seperti yang diproduksi PT Taishan ini, kualitas dan keamanannya juga sudah terjamin. Kalau kita impor terus, tentu akan mengurangi peluang kerja masyarakat Indonesia dan yang pasti akan menyedot devisa kita untuk membeli barang impor,” ujarnya.

"Saya lihat ke dalam pabrik, ternyata betul produksi dalam negeri kita sudah bagus dalam hal penguasaan teknologinya dengan cepat dan memahami masyarakat kita yang mayoritas Muslim, sehingga sertifikasi halal dari MUI ini sangat tepat,” lanjutnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tindak Tegas

Aktivitas jual beli obat dan alat kesehatan di Pasar Pramuka, Jakarta, Rabu (23/6/2021). Penjualan obat, vitamin, dan alat kesehatan di pasar tersebut meningkat hingga 50 persen imbas lonjakan kasus virus corona Covid-19 di Ibu Kota. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Aktivitas jual beli obat dan alat kesehatan di Pasar Pramuka, Jakarta, Rabu (23/6/2021). Penjualan obat, vitamin, dan alat kesehatan di pasar tersebut meningkat hingga 50 persen imbas lonjakan kasus virus corona Covid-19 di Ibu Kota. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Di tempat yang sama, Cendikiawan Muslim, KH Syarif Rahmat meminta pemerintah memberi perhatian terhadap perusahaan alkes dalam negeri.

Ia meminta pemerintah menindak tegas pihak-pihak yang mengambil kesempatan dengan mengutamakan produk alkes impor dari pada penggunaan produk dalam negeri.

"Orang-orang atau pemain-pemain impor ‘nakal’ yang menghambat penggunaan produk dalam negeri harus ditindak tegas. Jangan sampai produsen swab antigen dalam negeri seperti PT Taishan yang memang punya niat membantu pemerintah dan masyarakat malah dipersulit," katanya.

Ia pun bangga produk dalam negeri seperti PT Taishan memperoleh sertifikat halal dari MUI untuk kategori alat kesehatan.

"Ini terobosan dari PT Taishan yang baik dan memperhatikan kebutuhan akan produk halal bagi masyarakat Indonesia," katanya.

Seperti diketahui, MUI Majelis Ulama Indonesia (MUI) memberikan sertifikasi halal kepada produsen alkes dalam negeri PT Taishan Alkes Indonesia. Penyerahan sertifikasi halal diserahkan oleh Wakil Ketua Umum MUI, Dr KH Marsudi Syuhud kepada Komisaris Utama PT Taishan Alkes Indonesia, Cahyadi Burhan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel