Bersahabat Sejak Sama-sama di Persebaya, Hidayat Masih Sedih Ditinggal Irfan Jaya ke PSS

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Kisah persahabatan antarpemain di sebuah klub sepak bola sering kali sulit digambarkan dengan kata-kata. Apalagi kalau kemudian suasana persahabatan itu sedikit berubah karena satu pemain harus berganti klub, seperti halnya persahabatan yang terjalin antara gelandang Persebaya Surabaya, Muhammad Hidayat, dan Irfan Jaya yang kini berseragam PSS Sleman.

Kedua pemain bersahabat itu sempat menjadi andalan di Persebaya Surabaya sejak lama. Dua pemain perantauan ini menjadi kunci kejayaan Bajul Ijo pada 2017, yaitu ketika menjuarai Liga 2 dan promosi ke Liga 1.

Saat itu Hidayat dan Irfan Jaya menjadi pemain pilar Persebaya. Irfan Jaya sebagai penyerang sayap yang penuh determinasi dan kecepatan. Sementara Hidayat bertindak sebagai gelandang jangkar yang piawai dalam menghentikan aliran serangan lawan.

Kiprahnya berlanjut pada musim-musim berikutnya, hingga keberhasilan Persebaya menjadi runner-up Liga 1 musim 2019 adalah prestasi mengesankan pada saat awalnya tim terseok-seok. Namun, nasib berkata lain, keduanya harus berpisah pada 2020.

Irfan Jaya secara mengejutkan memutuskan hijrah ke PSS Sleman menjelang musim 2020 bergulir. Keputusan yang sekaligus membuat Hidayat sedih. Namun, ia mencoba tetap profesional dan menghormati keputusan rekannya yang hengkang.

"Perasaan ketika Irfan Jaya pindah, saya kaget karena tidak menyangka dia akan keluar," ujar Hidayat dalam kanal YouTube Persebaya belum lama ini.

"Kami masih sering kontak, saling bertanya-tanya kabar. Sedih juga karena dari 2017 selalu bersama dia," ungkap pemain Persebaya Surabaya asal Bontang, Kalimantan Timur.

Betah di Persebaya

Gelandang Persebaya Surabaya, Muhammad Hidayat. (Bola.com/Aditya Wany)
Gelandang Persebaya Surabaya, Muhammad Hidayat. (Bola.com/Aditya Wany)

Sementara di sisi lain, Muhammad Hidayat mengaku sangat menikmati kariernya di Persebaya Surabaya saat ini. Prestasi terbaiknya adalah langsung membawa Persebaya juara Liga 2 2017 dan promosi ke Liga 1.

Ia begitu menikmati kariernya di Persebaya dan sulit untuk berpaling ke klub lain. Rasa cintanya dan kenyamanan bermain untuk Persebaya menjadi alasannya betah.

"Sudah nyaman di sini, rasa kekeluargaan yang sangat luar biasa. Kenangan bermain di Persebaya adalah membawa juara Liga 2 yang bakal sulit saya lupakan," lanjut pemain berusia 25 tahun itu.

"Saya tidak menyangka bisa bergabung dengan tim sebesar Persebaya," tegasnya.

Video

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel