Bersantap Makanan Kampung di Restoran dengan Gunung Api Purba di Depan Mata

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Di tengah menjamurnya tempat makan yang menyajikan menu makanan kekinian, justru tempat makan ini memilih hal yang berbeda. Dengan konsep pedesaan, tempat makan bernama Pawon Purba menawarkan aneka makanan kampung, terutama khas Gunungkidul.

Letaknya di Desa Nglanggeran, Yogyakarta, sekitar satu jam dari pusat kota. Restoran menempati bangunan joglo dengan suasana tenang dan asri. Dari tempat makan terlihat puncak Gunung Api Purba Nglanggeran.

"Berawal dari posisi kita yang berada di desa dan di bawah kaki Gunungkidul menjadi keunikan tersendiri. Selain itu, kita juga ingin memperkenalkan makanan khas Gunungkidul dengan konsep pedesaan," ujar Titi, pemilik Pawon Purba, kepada Liputan6.com, Kamis, 18 Maret 2021.

Pawon Purba merupakan gabungan dari dua kata, yaitu Pawon yang berarti dapur dan Purba karena lokasinya yang berada sekitar 500 meter dari Gunung Api Purba. Tempat makan ini memiliki luas sekitar 800 meter persegi yang dikelilingi oleh hamparan persawahan.

"Kami mengusung konsep ini karena lokasi tempat tinggal kami memang ada di sini dan karena di sekelilingnya banyak sawah, jadi biar ikonik tersendiri aja," sambung Titi.

Pawon Purba berdiri pada Juni 2019, sekitar dua hari menjelang Ramadan. Tempat makan ini menghadirkan kesan tradisional dengan cara masak yang berbeda, yakni menggunakan tungku, kayu bakar, serta kendil dan dandang sebagai alat masaknya.

Pemilik rumah makan ini menerangkan menu-menu yang ada di Pawon Purba mengusung konsep ‘Ndeso’, seperti sayur lombok hijau, jangan gori (sayur nangka), sop, trancam, tumis daun pepaya, thiwul goreng, tempe garit, dan masih banyak lagi.

"Tapi yang menjadi menu andalan kami thiwul goreng, nasi merah, dan sayur lombok hijau. Sedangkan untuk minuman, andalannya es susu tape ketan dan es susu cokelat Nglanggeran," ucap Titi.

Halaman belakang Pawon Purba. (dok. Instagram @pawonpurba/ https://www.instagram.com/p/B6FFK2cBcIq/?igshid=g6loakzb38qt / Melia Setiawati)
Halaman belakang Pawon Purba. (dok. Instagram @pawonpurba/ https://www.instagram.com/p/B6FFK2cBcIq/?igshid=g6loakzb38qt / Melia Setiawati)

Limbah Makanan hingga CHSE

Pawon Purba tampak belakang. (dok. Instagram @pawonpurba/ https://www.instagram.com/p/Bx4bdrvAYHB/?igshid=1h4mapdordlaq / Melia Setiawati)
Pawon Purba tampak belakang. (dok. Instagram @pawonpurba/ https://www.instagram.com/p/Bx4bdrvAYHB/?igshid=1h4mapdordlaq / Melia Setiawati)

Tak hanya menu makanan utama saja yang ada di tempat makan ini, melainkan ada juga beberapa camilan khasnya yaitu pisang goreng, mendoan, jadah goreng, singkong, cemplon, rondo royal, dan kacang rebus yang gurih.

Titi mengutarakan, hadirnya Pawon Purba ini tidak sebatas untuk mengejar aspek bisnis saja, melainkan ingin berdampak langsung bagi masyarakat sekitar melalui pemberdayaan. Restoran melibatkan SDM lokal serta sumber bahan-bahan masakan yang berasal dari kebun warga sekitar.

Titi juga menjelaskan bahwa makanan-makanan yang tidak habis akan diberikan kepada pengepul dari Badan Usaha Milik Desa (BUMD) yang sudah biasa mengelola sampah-sampah organik maupun non-organik. Limbah makanan itu diambil setiap Senin dan Kamis.

Namun, ia mengakui Pawon Purba ini belum tersertifikasi CHSE sebagai jaminan restoran benar-benar menerapkan protokol CHSE secara ketat. Titi hanya mengklaim tempat makan tersebut membatasi kapasitas pengunjung yang awalnya 200 lebih pengunjung sekarang menjadi 100 pengunjung saja. (Melia Setiawati)

Diplomasi Indonesia via Kuliner

Diplomasi Lewat Jalur Kuliner (Liputan6.com/Abdillah)
Diplomasi Lewat Jalur Kuliner (Liputan6.com/Abdillah)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: