Bersiap Hadapi Gelombang Omicron

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memprediksi bakal terjadi gelombang Omicron dalam waktu dekat. Mengingat hingga saat ini sebanyak 414 kasus Omicron terdeteksi di Indonesia.

"Kita akan menghadapi gelombang dari Omicron ini," kata Budi dalam konferensi persnya, Senin, (10/1/2022).

Namun, Budi meminta agar masyarakat tidak panik karena pemerintah sudah menyiapkan penanganannya dengan baik.

"Tidak usah panik, kita sudah mempersiapkan diri dengan baik," katanya.

Budi yakin meski gelombang Omicron naik dengan cepat, tapi akan turun dengan cepat pula. Selain itu, pemerintah sudah mempelajari pola penularan Omicron berdasarkan kondisi di sejumlah negara.

Untuk menghadapi kasus ini, Menkes mengimbau masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan dan segera vaksin bagi yang belum.

"Paling penting percepat vaksinasi keluarga kita, rekan-rekan kita yang belum mendapatkan vaksinasi," tutupnya.

Sementara Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut peningkatan kasus Covid-19 varian Omicron lebih tinggi dari varian delta. Ini terpantau telah menyebar ke 150 negara di dunia.

"Hari ini Omicron telah menyebar di 150 negara di dunia, sebagian besar menginfeksi berbagai negara maju hingga capai puncak dari gelombang sebelumnya yaitu varian delta," kata Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi pers pasca Rapat Terbatas di Istana Negara, Senin (10/1/2022).

Ia menyebut peningkatan ini sekaligus juga meningkatkan kewaspadaan peralatan rumah sakit di Amerika Serikat, Australia, Inggris dan negara Eropa lainnya.

"Peningkatan lainnya terjadi di India, Filipina, dan Jepang. Namun di lain pihak terdapat penurunan kasus di Afrika Selatan," katanya.

Sementara itu, untuk Indonesia, Luhut menyebut peningkatan kasus terjadi akibat dari pelaku perjalanan luar negeri.

Untuk menekan lonjakan Omicron, Luhut tetap memberlakukan pengetatan pintu masuk Internasional. Tujuannya guna menghalau penyebaran Covid-19 varian omicron di dalam negeri.

"Langkah pengetatan pintu masuk akan terus dipertahankan untuk mencegah masuknya varian omicron yang akan menyebar luas di masyarakat," katanya.

Selain itu, untuk menekan laju Omicron, Presiden Joko Widodo atau Jokowi juga meminta masyarakat untuk menunda perjalanan ke luar negeri dalam beberapa minggu ke depan.

"Presiden secara spesifik menekankan ini untuk kita dianjurkan menahan diri dulu beberapa minggu ke depan untuk tidak keluar negeri," jelas Luhut.

Menurut dia, kasus konfirmasi pelaku perjalanan luar negeri mendominasi proporsi kasus harian Covid-19 di Indonesia. Hal ini membuat kasus aktif dan perawatan pasien Covid-19 di Jawa- Bali meningkat.

Luhut menuturkan di DKI Jakarta terdapat 393 kasus Covid-19 per 9 Januari 2022. Dari jumlah itu, sebanyak 300 kasus berasal dari pelaku perjalanan luar negeri yang baru kembali ke Indonesia.

"Jadi saya, kami mohon teman-teman sekalian untuk menahan diri dulu untuk perjalanan ke luar negeri, kecuali sangat-sangat penting," ujarnya.

Dia menyampaikan bahwa pelaku perjalanan luar negeri pula lah yang akhirnya membawa Covid-19 varian Omicron masuk ke Indonesia.

Jakarta Mikro Lockdown

Bus yang mengangkut TKI dari luar negeri mengantre masuk untuk menjalani karantina di RSDC Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Kamis (16/12/2021). Menkes Budi Gunadi Sadikin mengumumkan temuan kasus varian Omicron dari pekerja kebersihan di RSDC Wisma Atlet Kemayoran. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Bus yang mengangkut TKI dari luar negeri mengantre masuk untuk menjalani karantina di RSDC Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Kamis (16/12/2021). Menkes Budi Gunadi Sadikin mengumumkan temuan kasus varian Omicron dari pekerja kebersihan di RSDC Wisma Atlet Kemayoran. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Dinkes DKI juga menyatakan adanya penerapan penguncian wilayah berskala mikro atau micro lockdown di beberapa lokasi menyusul peningkatan kasus Omicron.

"Dari wilayah diterapkan 'micro lockdown' yang dikelola pimpinan setempat dan masyarakat disana," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia.

Terkait detail berapa lokasi di DKI yang sudah dan akan ada micro lockdown, Dinkes belum menjelaskan detailnya.

Sementara Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan apabila penyebaran omicron semakin meluas, maka akan ada opsi penerapan lockdown lokal atau micro lockdown di Jakarta.

“Nanti kalau ada penyebaran baru ini tentu ada kebijakan yang ditetapkan sesuai aturan di antaranya bisa saja dilakukan lockdown lokal di tempat tertentu,” kata Ariza pada wartawan, Senin (10/1/2022).

Ariza belum membeberkan syarat dan detail lockdown lokal, ia menyebut kebijakan itu baru akan diterapkan bila ada lonjakan.

“Nanti kita akan tindaklanjuti lagi, kita akan liat situasi kondisinya sesuai fakta dan data yang ada. Prinsipnya semua bekerja yang terbaik, memastikan warga ga terpapar virus,” katanya.

Di Jakarta sendiri telah terjadi transmisi lokal kasus Omicron. Seorang warga Kelurahan Krukut, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat terkonfirmasi positif Covid-19. Dia menjadi suspek terinfeksi virus corona varian Omicron.

"Ini transmisi lokal karena berawal dari kasus, kasus yang pertama diketahui tidak mempunyai riwayat perjalanan dari luar negeri, berarti transmisi lokal. Tapi bisa jadi ibu R ini ketularannya dari orang lain yang tidak diketahui karena mungkin gejalanya ringan, jadi tidak disadari sumber penularannya," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Dwi Oktavia di Jakarta, Senin (10/1/2022).

Sampai saat ini, Dwi mengungkapkan, setidaknya sudah ada 36 orang positif Covid-19 di Kelurahan Krukut. Temuan itu didapat dari penelusuran kasus Covid-19 salah satu dari 36 orang tersebut.

"Yang diketahui paling awal si ibu R ini, kemudian tracing diteruskan dan kemudian kepada semua yang pernah berkaitan yang semuanya tinggal juga di daerah Krukut tersebut kita lakukan tracing yang diperluas," ujar dia.

Dinkes DKI Jakarta tak menutup kemungkinan, puluhan warga Krukut itu juga suspek Omicron. Pasalnya, temuan kasus itu dari orang pertama yang kini menjadi suspek Omicron.

"Awalnya dari satu orang, tapi kemudian karena dia Omicron tentu orang lain yang berhubungan punya kaitan hubungan kemungkinan terjadi hubungan penularan yang di-tracing tentu kemungkinannya juga Omicron," paparnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel