Bersiap Ikut Pemilu 2024, Partai Pelopor Ganti Nama Jadi Partai Perkasa

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Partai Pelopor mengganti namanya jadi Partai Pergerakan Kebangkitan Desa (Perkasa). Pergantian nama tersebut disepakati dalam kongres di Jakarta, Sabtu (9/10/2021).

Ketua Panitia Kongres Partai Pelopor 2021 Ristiyanto mengatakan, pergantian nama partai dan perubahan AD/ART merupakan salah satu cara menguatkan konsolidasi kader menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

"Selanjutnya tentu sesuai agenda akan ada perubahan AD/ART serta pemilihan pengurus Partai Perkasa," kata Ristiyanto di Jakarta.

Dengan demikian, kongres di Jakarta, menjadi muktamar terakhir Partai Pelopor, yang resmi berganti nama jadi Partai Perkasa.

Agenda partai ini berikutnya, kata dia, mengadakan Kongres I Partai Perkasa menjelang Pemilu 2024.

Ristiyanto menerangkan bahwa Partai Perkasa punya paradigma perjuangan yang baru, yaitu menitikberatkan pada kepentingan-kepentingan warga desa.

Partai Perkasa juga punya misi untuk mengembalikan praktik perpolitikan nasional agar konsisten menerapkan nilai-nilai Pancasila.

"Partai Perkasa hadir untuk mengubah paradigma partai politik yang cenderung memecah-belah kehidupan berbangsa dengan idiom nasionalis atau religius,” terang Ristiyanto seperti dikutip dari Antara.

Dibentuk Rachmawati Soekarnoputri

Partai Pelopor, yang merupakan cikal bakal Partai Perkasa, resmi terbentuk pada tanggal 29 Agustus 2020, dan didirikan oleh Diah Permana Rachmawati Sukarno atau yang populer dengan nama Rachmawati Soekarnoputri.

Partai Pelopor yang dipimpin oleh Ketua Umum Eko Santjojo dan dibantu oleh Sekretaris Jenderal Ristiyanto pernah menjadi peserta pemilu pada tahun 2009 dengan nomor urut 22.

Pendiri Partai Pelopor Rachmawati Soekarnoputri, anak ketiga Soekarno dan Fatmawati, wafat pada tanggal 3 Juli 2021, saat berusia 70 tahun.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel