Bersiap Sekolah Tatap Muka, Ratusan Guru di Padang Panjang Tes Swab

Daurina Lestari, Andri Mardiansyah (Padang)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Sebanyak 450 tenaga pendidik dan kependidikan di kota Padang Panjang, sudah menjalani pengambilan sampel spesimen Coronavirus Disease 2019 atau COVID-19 (swab test). Pengambilan sampel dilakukan sejak Selasa kemarin dan akan berlanjut hingga beberapa hari ke depan.

Swab test dilakukan bertujuan untuk memastikan semua yang terlibat di dunia pendidikan aman dari paparan atau infeksi pandemi mematikan itu sebelum memulai aktivitas sekolah tatap muka.

Kota Padang Panjang sebelumnya memutuskan untuk menunda sekolah tatap muka dengan berbagai pertimbangan. Tujuannya tak lain, untuk mencegah penyebaran atau penularan COVID-19.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sudah memutuskan penyelenggaraan pembelajaran semester genap yang dimulai pada hari ini dengan tetap mengacu kepada Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi COVID-19.

Baca juga: Emak-emak Berantas Tempat Judi, Polisi Klaim Sudah Sering Razia

“Sedang persiapan. Untuk persiapan pembelajaran tatap muka ini, kemarin 318 tenaga pendidik dan kependidikan yang terdiri atas guru, pegawai tata usaha, dan penjaga sekolah, di-swab test. Hari ini, ada 131 yang kita swab. Akan berlanjut sampai beberapa hari ke depan,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan M. Ali Thabrani, Rabu 6 Januari 2021.

Untuk proses pengambilan sampel spesimen, kata Ali Thabrani, melibatkan petugas dari empat Puskesmas yakni, Puskesmas Gunung, Puskesmas Bukit Surungan, Puskesmas Koto Katiak, dan Puskesmas Kebun Sikolos. Dari 318 orang yang mengikuti tes usap ini, berasal dari SMKN 1 sebanyak 77 orang, SMKN 2 (79 orang), SMK Cendana (25 orang), SMK Karya (21 orang), SMPN 3 (60 orang), dan SMP 5 (56 orang).

Swab test ini disambut baik oleh para guru dan tenaga kependidikan yang ada di lingkungan sekolah masing masing. Ini, demi terlaksananya pembelajaran tatap muka yang akan direncanakan dalam waktu dekat,” ujarnya.

Terpisah, Kepala SMPN 5 Padang Panjang, Ermita, mengatakan, selain melakukan tes swab, pihaknya juga sudah mempersiapkan segala sesuatu sesuai peraturan dan persyaratan untuk pelaksanaan pembelajaran tatap muka tersebut. Baik itu berupa surat persetujuan antara guru dan wali murid, juga kesiapan dalam proses pelaksanaan pembelajaran seperti, menyediakan sarana cuci tangan, hand sanitizer, spanduk-spanduk 3M, tata ruang dan jadwal masuk pun telah diatur sesuai protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran COVID-19.

“Saya dan guru lainnya berharap, semoga semua mendapatkan hasil negatif. Supaya pembelajaran tatap muka ini, bisa kembali dilaksanakan. Mungkin ini bukan cuma harapan kami, tapi juga harapan para murid dan wali murid, mengingat banyaknya kendala yang dirasakan dalam proses pembelajaran secara daring,” tutur Ermita.