Bersiwak, Kebiasaan Sehat yang Rutin Dilakukan Nabi Muhammad SAW dan Disukai Allah SWT

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Maulid Nabi Muhammad SAW jatuh setiap 12 Rabiul Awal kalender Hijriah. Tahun ini, tanggal Hijriah tersebut bertepatan dengan 29 Oktober 2020, hari ini.

Dalam penanggalan Masehi, Maulid Nabi Muhammad jatuh pada tanggal yang berbeda-beda. Hanya pada kalender Hijriah, kelahiran Nabi Muhammad jatuh pada tanggal yang sama, 12 Rabiul Awal.

Pada peringatan kelahiran Nabi terakhir yang diutus Allah SWT bagi umat manusia, mari kita mencoba mengenal sosok beliau dengan lebih dekat melalui beberapa kebiasaannya.

Kebiasaan baik yang tercermin dalam keseharian Rasulullah adalah menjaga kebersihan, salah satunya kebersihan mulut dan gigi. Kebiasaan Nabi Muhammad bersiwak diabadikan dalam berbagai hadits. Menurut salah seorang sahabat, Abu Hurairah, Nabi pernah berkata, "Seandainya tidak memberatkan umatku, niscaya akan aku perintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali hendak salat." Hal ini dimuat dalam HR. Muslim nomor 252.

Hal serupa juga pernah disampaikan salah seorang istri Rasulullah, Sayyidah Aisyah. Menurutnya, Nabi Muhammad pernah mengatakan, "Bersiwak artinya menyucikan mulut dan menyenangkan Rabb."

Nabi Muhammad juga pernah menyeru kepada Umat Muslim di suatu Jumat yang kemudian diabadikan dalam HR Bukhari nomor 880 dan Muslim nomor 846, "Mandi pada hari Jumat merupakan kewajiban bagi orang yang sudah baligh, dan agar bersiwak, dan memakai minyak wangi bila memilikinya."

Mengutip laman Arabnews, bersiwak merupakan sunnah dan penggunaan serta waktunya telah dicatatkan dalam Al Quran dan Hadis. Dianjurkan bersiwak ketika mulut mengeluarkan bau tidak sedap, ketika akan membaca atau mempelajari Al Quran, ketika akan salat, setelah masuk rumah, sebelum memasuki masjid (atau taklim), sebelum makan sahur, sebelum tidur, dan setelah bangun tidur.

Siwak

Untuk menjaga kebersihan mulut, Nabi Muhammad memnggunakan bagian dari pohon siwak. Laman Gulf News menulis, pohon siwak berukuran kecil dengan dahan melengkung seperti kurva dan kulit pecah-pecah. Ranting pohon ini memiliki serat yang bisa digunakan seperti sikat gigi, memiliki aroma yang enak serta rasa yang tajam. Namun umumnya, akar pohonnyalah yang digunakan sebagai siwak.

Pohon arak atau siwak ini mempunyai daun berbentuk lonjong dan bunga kecil-kecil berwarna hijau kekuningan dan buah bulat berwarna pink dan merah segar. Pohon siwak mampu hidup di lingkungan yang sangat kering sehingga tak heran jika pohon ini banyak ditemui di gurun serta tepi sungai di Jazirah Arab, sebagian Afrika Utara serta di India.

Ahli botani, Dr Laurent Garcin, yang juga seorang traveller serta kolektor tanaman menamai pohon siwak dengan Salvadora persica pada 1749. Nama itu diambil untuk menghormati ahli obat dari Barcelona, Juan Salvador.

Sebetulnya, pohon siwak ini berasal dari Persia. Namun laman Arab America menulis, bukti arkeologis menunjukkan sekitar lima ribu tahun sebelum Masehi, penduduk Mesopotamia setelah menggunakan siwak untuk menjaga kesehatan mulut. Kemudian penggunaan siwak juga menyebar pada masa Kekaisaran Yunani dan Romawi. Kemudian kebiasaan ini diadopsi oleh umat Muslim. Bahkan dalam beberapa hadis, Nabi Muhammad sangat menyarankan umat Muslim untuk menggunakan siwak untuk menjaga kebersihan dan kesehatan mulut.

Kandungan potassium, sodium, klorida, sodium bikarbonat, serta kalsium oksida dalam akar siwak mampu memperkuat enamel gigi. Sementara kulit pohonnya mengandung antibiotik alami yang menghambat perkembangan bakteri serta pembentukan plak.

"Siwak adalah alat yang sangat efektif untuk membersihkan permukaan gigi. Namun agar hasilnya maksimal harus ditambah dengan penggunaan benang gigi. Siwak harus digunakan setidaknya tiga kali sehari," saran Dr Mohammad Ramzi, ahli bedah di klinik gigi Swiss, dikutip dari Gulf News.

Infografis 3M

Infografis 3M Turunkan Risiko Covid-19 Berapa Persen? (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis 3M Turunkan Risiko Covid-19 Berapa Persen? (Liputan6.com/Abdillah)

Saksikan juga video menarik berikut ini: