Bertahun-tahun Jalan Lintas Selatan Inhu Rusak Parah, Biang Kecelakaan

Merdeka.com - Merdeka.com - Kondisi jalan lintas selatan di sejumlah desa, Kecamatan Cenaku di Kabupaten Indragiri Hulu mengalami rusak parah. Masyarakat setempat mengeluhkan kondisi jalan yang merupakan wewenang Pemprov Riau itu sejak bertahun-tahun lalu.

"Setiap hari ada saja truk yang terpuruk, parah sekali kerusakan jalannya. Kadang ada anak mau berangkat sekolah sampai jatuh ke lumpur. Orang jualan pun jadi susah," kata Siti, salah seorang warga setempat, Kamis (3/11).

Selain itu, jalan rusak juga merugikan di bidang perkebunan. Warga kesulitan dalam mengangkut hasil perkebunan seperti buah sawit dan getah karet.

"Jalan rusak sangat mengganggu pengangkutan hasil kebun kami, banyak ruginya, kami mohon sekali agar pemerintah memperbaiki jalan di desa kami ini," kata Adi, warga lainnya.

Camat Batang Cenaku Triyatno mengatakan, masyarakat memintanya untuk melapor ke Gubernur Riau Syamsuar agar memperbaiki jalan rusak tersebut. Selain itu, dia juga menyampaikan persoalan kebun masyarakat Kecamatan Batang Cenaku itu berada di kawasan hutan.

"Saya bersama 20 Kepala Desa dan BPD telah menyampaikan ke Pak Gubernur Riau, terkait persoalan jalan lintas Selatan di Kecamatan Batang Cenaku yang rusak," ujar Triyatno.

Sementara itu, Syamsuar mengatakan akan segera mengaspal jalan yang rusak. Dia meminta Dinas PU agar bekerja secepatnya.

"Saya sudah minta ke Kadis PUPR agar menindaklanjuti. Kalau memang alat yang ada di UPT Inhil-Inhu jauh dari lokasi, bisa dilansir dari Pekanbaru," ujar Syamsuar kepada merdeka.com.

Syamsuar menjelaskan, saat ini Pemprov Riau memprioritaskan jalan yang rusak parah untuk diperbaiki. Sedangkan jalan rusak ringan akan menyusul.

"Karena jika untuk semua jalan rusak, tidak mampu anggaran menyelesaikannya dalam satu tahun," jelasnya.

Menurut Syamsuar, titik-titik jalan yang mengalami rusak parah menjadi prioritas utama untuk diperbaiki. Bahkan, Pemprov Riau akan memperbaiki jalan dengan kualitas yang lebih kuat.

"Saya sudah perintahkan UPT mana jalan yang rusak segera diperbaiki dengan kualitas jalan yang kuat," ucap Syamsuar.

Syamsuar menjelaskan, jalan yang rusak, umumnya akibat beban berat dari kendaraan yang melebihi muatannya yang melintas di jalan tersebut. Syamsuar mendapat laporan dari warga, jalan rusak itu akibat truk Over Dimensi Over Load (ODOL) atau melebihi kapasitas.

"Saya telah memerintahkan Dinas Perhubungan untuk melakukan razia. Saat ini sudah ada 223 truk odol sudah masuk persidangan," kata Syamsuar. [cob]