Bertambah 229, Jumlah Pulau di Indonesia Jadi 17 Ribu

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pulau di Indonesia yang semula berjumlah 16.771 saat ini bertambah 17.000. Dengan begitu saat ini ada penambahan 229 pulau.

Penambahan pulau ini berdasarkan hasil perbandingan dengan yang tercatat pada Gazeter Republik Indonesia pada 2020.

Kepala Pusat Pemetaan Kelautan dan Lingkungan Pantai (PKLP) BIG, Yosef Dwi Sigit Purnomo, mengatakan dari hasil Rapat Tindak Lanjut Koordinasi Data Pulau yang dipimpin Badan Informasi Geospasial (BIG), Senin 23 Agustus 2021 menyepakati jumlah pulau di Indonesia menjadi 17 ribu.

“Dari semula 16.771 kini bertambah menjadi 17 ribu. Jadi ada penambahan 229," Yosef dalam keterengan tertulis.

Dalam rapat tersebut juga menyepakati tindak lanjut yang perlu dilaksanakan pada tahun 2022, yaitu penelaaahan dengan mengikutsertakan kementerian/lembaga serta pemerintah daerah.

Sigit menjelaskan ada sejumlah data yang akan ditelaah. Pertama, objek yang terindikasi bukan pulau.

“Objek pulau yang bergabung karena adanya reklamasi dan objek yang belum dilakukan verifikasi unsur rupabumi pada 2021 dari data hasil survei Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) juga masuk dalam daftar telaah,” lanjut Sigit.

Penelaahan juga dilakukan pada objek hasil verifikasi unsur rupabumi 2021 yang masih menunggu kelengkapan informasi dari pemerintah daerah. Terakhir, telaah dilakukan pada objek hasil pendataan survei toponim yang dilakukan BIG pada 2021 dan 2022.

Selain penelaahan, Sigit menilai perlu dilakukan pembahasan terkait definisi pulau yang disepakati kementerian atau lembaga dengan mempertimbangkan masukan dari pemerintah daerah. Langkah ini dibutuhkan agar pemerintah pusat dan daerah memiliki pemahaman yang sama mengenai pulau.

“Termasuk soal perdebatan apakah pulau reklamasi dihitung dalam gazeter,” tambah Sigit.

4 Syarat Pulau

Saat ini, penetapan pulau dilakukan berdasarkan empat syarat antara lain ada area lahan daratan yang terbentuk secara alami, bukan hasil reklamasi, dikelilingi oleh air serta selalu berada di atas pasut tinggi.

Selain itu, Undang-undang Nomor 32 Tahun 2014 tentang Kelautan, pada pasal 1 ayat (3), menyebutkan bahwa pulau adalah wilayah daratan yang terbentuk secara alamiah yang dikelilingi air dan berada di atas permukaan air pada waktu air pasang.

Sebagai catatan, Rapat Tindak Lanjut Koordinasi Data Pulau diikuti oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Pusat Hidro-oseanografi TNI Angkatan Laut, dan Badan Informasi Geospasial.

Gazeter Republik Indonesia Tahun 2021 rencananya diterbitkan pada 30 November 2021. Sebelum diterbitkan, Gazeter perlu melewati proses pengumuman yang dilakukan pada 24 Agustus-4 Oktober 2021. Setelah itu, akan dilakukan penelaahan ulang terhadap tanggapan pada 5-25 Oktober 2021.

Proses selanjutnya, yaitu pengajuan Surat Keputusan (SK) Penetapan Nama Rupabumi Baku oleh Kepala BIG pada 26 Oktober-12 November 2021. Terakhir, proses layout. Data lengkap dapat diakses masyarakat melalui aplikasi sinar.big.go.id.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel