Bertambah, Korban Meninggal Akibat Banjir Jember Jadi 2 Orang

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jember - Korban meninggal dunia akibat banjir di Kabupaten Jember bertambah satu orang. Total jumlah meninggal ada dua orang.

"Jadi tadi laporan Jember sudah menginformasikan langkah-langkah yang sudah dilakukan, lalu jumlah korban informasinya ada dua. Informasinya ada dua dan sekarang ini banjirnya sudah surut," ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko kepada Liputan6.com, Senin (10/1/2022).

Gatot menyampaikan, Polres Jember dibantu anggota Kodim setempat sudah melakukan langkah-langkah pembersihan.

"Kami bersama TNI dan pihak pemerintah setempat melakukan bersih-bersih endapan dan mendata kembali rumah yang rusak serta apakah ada korban jiwa lagi," katanya.

Gatot menegaskan, pihaknya tidak menerjukan personel ke lokasi kejadian karena berdasarkan informasi dari Kapolres Jember, anggotanya sudah bisa mengatasi permasalahan pasca banjir tersebut.

"Masih bisa ditangani oleh Polres Jember karena banjirnya sudah surut," ucapnya.

Dikonfirmasi mengenai satu orang yang dinyatakan hilang saat banjir di Jember, Gatot mengaku belum mendapatkan informasi mengenai itu dan hendak menanyakan kembali kepada Kapolres Jember.

"Coba saya tanyakan kembali ke Kapolres Jember ya. Tapi yang jelas ada dua korban meninggal. Satu korban ditemukan lokasinya jauh dari tempat korban yang pertama," ujarnya.

150 KK Terdampak

Sebelumnya, Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari sebelumnya mengungkapkan, satu orang dinyatakan meninggal dunia akibat peristiwa banjir yang terjadi Kabupaten Jember.

"Peristiwa ini terjadi pada Minggu sore, sekitar pukul 15.00 WIB. BPBD setempat dan berbagai unsur terkait masih melakukan penanganan darurat di wilayah terdampak," ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (9/1/2022) malam.

Dia mengatakan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember membantu dalam pengaktifan dapur umum untuk melayani warga yang mengungsi sementara.

"Kami juga melakukan pendistribusian bantuan kepada warga yang memilih tidak mengungsi," ucapnya.

Hingga malam ini, lanjut Abdul, BPBD masih melakukan pendataan mereka yang mengungsi. Saat terjadi banjir tim gabungan membantu warga evakuasi ke tempat yang aman, sedangkan populasi terdampak tercatat 150 KK.

"Laporan yang diterima Pusdalops BNPB menyebutkan masih ada satu orang yang dinyatakan hilang akibat banjir tersebut," ujarnya.

Abdul menyampaikan, setelah banjir surut, BPBD bersama TNI, Polri, unsur terkait dan warga membantu untuk membersihkan sampah dan lumpur yang terbawa banjir.

"Selain berdampak pada warga, banjir juga mengakibatkan bangunan terendam, antara lain rumah 150 unit, fasilitas umum tiga unit dan tempat ibadah tiga unit," ucapnya.

Wilayah terdampak berada pada beberapa desa dan kelurahan di tiga kecamatan, yaitu Kelurahan Kaliwates, Sempusari dan Mangli di Kecamatan Kaliwates, Desa Rambipuji di Kecamatan Rambipuji dan Desa Kemiri di Kecamatan Panti.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel