Bertambah Lagi, Total 190 Anak Meninggal Akibat Gagal Ginjal Akut

Merdeka.com - Merdeka.com - Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) M. Syahril mencatat, sebanyak 323 kasus pasien terkena gagal ginjal, 190 anak di antaranya dilaporkan meninggal dunia per Kamis (3/11).

Dia mengatakan, dari total kasus konfirmasi tersebut terjadi pengurangan dua kasus lantaran tidak ditemukan dugaan penyebabnya.

Diketahui, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin pada rapat Komisi IX dengan DPR, menyampaikan tercatat 325 anak yang terkonfirmasi gagal ginjal akut, 179 di antaranya meninggal dunia.

"Kami ingin menyampaikan bahwa pencatatan dan pelaporan kasus gagal ginjal ini sangat dinamis, seperti hepatitis akut kemarin. Nah pengurangan dua orang kemarin karena dikeluarkan (exclude) dari catatan karena ternyata tidak ditemukan penyebab-penyebab dugaan kita," kata Syahril, saat konferensi pers yang disiarkan secara daring, Jumat (4/11).

Dia memaparkan sebanyak 323 kasus gagal ginjal akut tersebar di 28 provinsi, DKI Jakarta menjadi penyumbang terbanyak kasus gagal ginjal. Disusul oleh Jawa Barat, Aceh, Jawa Timur, hingga Sumatera Barat.

Syahril mengungkapkan, kasus gagal ginjal akut pada anak di Indonesia mulai terpantau naik pada akhir Agustus 2022.

Kemudian, kasus gagal ginjal terus naik selama bulan September dan Oktober 2022.

Oleh karena itu, Kemenkes bersama Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), rumah sakit (RS), apoteker hingga toksikolog melakukan serangkaian investigasi.

"Kita lakukan pemeriksaan patogenik, apakah ada bakteri, virus atau parasit. Kita juga periksa darah dan urine pasien anak," jelas Syahril.

"Setelah kita lakukan pemeriksaan itu kita mengerucut itu ditemukan zat-zat yang selama ini kita bahas ramai, yakni etilen glikol dan dietilen glikol," imbuhnya. [fik]