Bertambah Satu, Korban Tewas Perahu Terbalik di Bengawan Solo Jadi 4 Orang

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Bojonegoro - Tim SAR gabungan terus melanjutkan pencarian korban tenggelam perahu penyeberangan di Bengawan Solo, Desa Ngadirejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, pada Rabu (3/11/2021).

Pencarian hari ketiga, tim SAR gabungan kembali menemukan satu korban meninggal dunia pada pagi hari. Sehingga, total sementara korban meninggal dunia yang ditemukan tercatat 4 orang.

“Satu korban laki-laki ditemukan sudah meninggal dunia,” ungkap Kepala Basarnas Surabaya Hari Adi Purnomo, Jumat (5/11/2021).

Identitas korban meninggal keempat itu belum diketahui karena jenazah masih di RSUD dr Koesma Tuban untuk autopsi. Korban ditemukan di radius sekitar 3,3 kilometer dari lokasi kejadian kecelakaan.

Ia kembali menjelaskan update sementara jumlah korban sekarang bertambah menjadi 19 orang dengan rincian 10 korban ditemukan selamat dan 4 orang meninggal.

“Sampai saat ini masih lima korban dalam pencarian,” jelasnya.

Sampai saat ini tim gabungan mengaku belum ada kendala utama dalam proses pencarian korban. Namun, derasnya arus jadi sedikit hambatan dalam pencarian korban tenggelam ini.

“Kendala arus dan mudah-mudahan hari semua ditemukan,” jelasnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Daftar Korban Meninggal

Petugas mengevakuasi korban perahu tenggelam di Bengawan Solo. (Ahmad Adirin/Liputan6.com)
Petugas mengevakuasi korban perahu tenggelam di Bengawan Solo. (Ahmad Adirin/Liputan6.com)

Berikut data korban meninggal dunia:

1. Agus Tutin (28), laki-laki asal Desa Ngandong, Kecamatan Grabagan, Tuban.

2. Toro (40) pria asal Sale, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

3. Kasian (65) Desa Semambung, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro

4. Pria identitas belum diketahui.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel