Berteduh di Warnet, Bocah SD Dicabuli Penjaga Warnet

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Imn (12), bocah laki-laki kelas 6 SD di kawasan Malaka Sari, Duren Sawit, Jakarta Timur, dicabuli seorang penjaga warnet saat sedang berteduh di warnet yang tidak jauh dari sekolahnya, Senin (17/6/2013) pagi.

Dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukul 08.00 WIB pagi tadi, korban yang hendak berangkat sekolah terpaksa meneduh di warnet di kawasan Duren Sawit karena hujan. Saat itu pelaku yang diketahui bernama Rudiansyah (44) melihat korban dan menyuruh korban untuk masuk ke dalam warnet.

"Saya mau berangkat sekolah karena hujan saya neduh di warnet, terus disuruh masuk sama penjaga warnetnya," ujar Imn saat ditemui di Pospol Malaka.

Imn mengatakan, didalam warnet yang sepi Rudiansyah, berlagak baik menyuruh dirinya untuk mengganti baju.

"Saya disuruh ganti baju, terus pas ganti baju dia malah masuk dan saya dicabuli," katanya.

Setelah berhasil melakukan tindak pelecehan, Rudiansyah memberikan korban uang Rp 10.000 dan payung kepada dirinya. Korban pun kembali melanjutkan berangkat ke sekolahnya, sesampai di sekolah salah seorang guru menegur korban karena tidak memakai seragam sekolah. Imn akhirnya menjelaskan kronologis pelecehan seksual tersebut.

Dihubungi terpisah, Kepala unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Jakarta Timur, Akp Endang telah menerima laporan pelecahan seksual tersebut. "Iya betul korban anak kelas 6 SD, dan pelaku telah diamankan di Polres," kata Endang.

Sementara itu bocah SD yang menjadi korban pelecehan seksual sedang menjalani pemeriksaan visum di RS Polri. "Korban masih diperiksa," katanya.

Baca Juga:

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.