Bertemu Alumni Universitas Oxford & Cambridge, Mahfud Cerita Penanganan Covid Membaik

·Bacaan 2 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD bertemu sejumlah tokoh yang tergabung dalam Alumni Universitas Oxford dan Cambridge asal Indonesia di Kantor Kemenko Polhukam Jakarta Pusat, Rabu (20/4). Dalam pertemuan itu, Mahfud mengungkapkan berbagai persoalan yang dihadapi oleh pemerintah.

Mulai dari bagaimana menjaga stabilitas nasional hingga penanganan Covid-19. Khusus penanganan Covid-19, dia mengatakan Indonesia telah melewati masa-masa krisis. Khususnya saat pemerintah dihadapkan pada pro dan kontra di masyarakat, hingga di kalangan kedokteran juga banyak memiliki pendapat yang berbeda.

"Atas kerjasama semua pihak, sekarang penanganan Covid sudah jauh lebih baik. Dalam aspek tertentu Indonesia termasuk yang terbaik," kata Mahfud.

Dia juga menjelaskan pemerintah sedang menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan jelang Lebaran Idul Fitri tahun ini.

Dalam pertemuan itu, Mahfud juga memberikan apresiasi kepada Carina Citra Dewi Joe yang turut hadir dalam kesempatan ini secara daring. Carina adalah ilmuwan Indonesia, salah satu figur penting dalam tim manufaktur yang sukses memproduksi vaksin AstraZeneca.

"Carina telah bekerja dengan baik. Membuktikan bahwa orang Indonesia dengan produk-produk pendidikannya bisa diandalkan di dunia. Artinya Indonesia jika dikelola betul SDMnya memberikan harapan yang besar," bebernya.

"Saya mengucapkan selamat atas prestasinya, meskipun mungkin anda tidak berada di Indonesia tapi peran serta anda untuk membangun Indonesia tetap berarti, diharapkan dan bisa dilakukan," tambahnya.

Mahfud berharap bisa lebih banyak bekerjasama dengan para putra putri terbaik bangsa. Bersama mencari jalan, bersinergi dan saling membantu pemerintah, agar masyarakatnya menjadi lebih baik. Harapan yang sama juga diberikan kepada kampus dan para alumnus Oxford dan Cambridge. Bisa tetap berjuang bagi kemanusiaan.

"Saya mewakili pemerintah memberikan apresiasi kepada Oxford karena telah mengembangkan vaksin Astrazeneca untuk Covid-19, dan peran-peran lain yang telah dilakukan oleh para alumni kedua universitas ini bagi pembangunan dan keselamatan umat manusia serta kelangsungan hidup yang berkeadaban," bebernya.

Sementara itu, sebagai asosiasi alumnus Oxford dan Cambridge University, Nicho menjelaskan siap berpartisipasi. Mereka juga siap untuk mendukung pemerintah dalam mensukseskan visi Indonesia Emas.

"Ada dua usulan yang kami ajukan, dan kami minta arahan. Berdasarkan yang kami ketahui, ada visi tentang Indonesia emas. Bapak sebelumnya mengatakan ada 4 pilar. Pertama pembangunan SDM dan Iptek, pembangunan ekonomi berkelanjutan, pemerataan pembangunan, pemantapan ketahanan nasional dan tata kelola. Selanjutnya pembangunan ekonomi berkelanjutan," papar Nicho. [lia]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel