Bertemu bocah ajaib flamenco baru dari Spanyol, 'El Yiyo'

·Bacaan 3 menit

Madrid (AFP) - "El Yiyo", penari flamenco yang bernama asli Miguel Fernandez, mengasah kemampuannya dengan menonton video YouTube. Sekarang, pada usia 24 tahun, dia melakukan debut di gedung opera utama Spanyol dengan pertunjukan yang dia ciptakan selama lockdown virus di negara itu.

Anak ajaib flamenco baru Spanyol itu lahir dari keluarga Roma (gipsi) di Badalona, dekat Barcelona, yang berasal dari wilayah barat daya Andalusia, tempat lahirnya bentuk seni yang menggabungkan puisi, nyanyian, permainan gitar, tarian, dan tepuk tangan berirama serta hentakan kaki.

"El Yiyo" mengenang kepincutnya penari flamenco Manuel Jimenez, alias "Bartolo", sewaktu kanak-kanak saat menari di sebuah acara pernikahan keluarga.

"Dia mengatakan kepada orang tua saya bahwa dia ingin memberi saya pelajaran gratis, karena saya adalah berlian yang ingin dia poles," kata dia kepada AFP di Teatro Real di Madrid sebelum penampilan debutnya di sana Jumat malam.

"Dalam keluarga kami, kami merayakan kabar baik dengan bernyanyi. Anak-anak bernyanyi dan menari, itu sangat biasa bagi mereka, refleks yang saya serap pada usia yang sangat muda tanpa menyadarinya."

Dia baru berusia tujuh tahun ketika pertama kali tampil di depan umum di sebuah aula di Barcelona.

Pada usia 11 tahun dia sudah menjadi sorotan utama selama tur di Taiwan.

Dan sebelum Spanyol diisolasi secara nasional karena pandemi pada Maret, dia menari selama empat bulan di venue legendaris Corral de la Moreria flamenco di Madrid.

"El Yiyo", yang menjadi model pakaian untuk Armani dan IKKS dan bahkan tampil dalam Vogue, memanfaatkan lockdown untuk membuat koreografi pertunjukan yang dia lakukan di Teatro Real.

Dia muncul di atas panggung bersama saudaranya Ricardo dalam pertunjukan yang menunjukkan kemampuan dia dalam berimprovisasi.

Saat ia sedang menampilkan "zapateado" yang ditandai dengan hentakan cepat dari lantai, salah satu tumit sepatunya patah.

"El Yiyo" dengan sigap melepas sepatunya dan melanjutkan penampilan dengan cuma kaus kaki yang disambut tepuk tangan penonton.

"Tarian saya adalah pernyataan pikiran," kata dia, sebelum menambahkan bahwa tariannya adalah "tarian kekuatan, intensitas".

Selain senang diundang tampil di Teatro Real yang sudah berusia dua abad ini, dia mengatakan masih ada "banyak hal yang harus dikerjakan" sebelum flamenco memiliki "bobot" yang layak didapatkannya di lembaga-lembaga agung semacam gedung opera Madrid.

Ramping dan dengan rambut sebahu, "El Yiyo" atau si kecil Miguel mengatakan dia mendapatkan inspirasinya dari nama-nama besar flamenco.

"Saya berusaha belajar sesuatu dari mereka semua," kata dia.

"El Yiyo" mengatakan dia menguatkan latihan tari formalnya dengan menonton dari YouTube pertunjukan bintang-bintang flamenco legendaris yang sudah tiada, seperti Antonio Gades yang dia kagumi karena "keanggunannya" dan Carmen Amaya yang tampil dalam beberapa film Hollywood pada masa puncak karirnya pada 1940-an dan yang dia sebut "jenius".

Orang-orang sezaman yang dia kagumi adalah Antonio Canales dan Joaquin Cortes yang memadukan berbagai gaya dengan flamenco, dan "Farruquito" yang dipuji oleh para kritikus karena gerakannya yang memikat dan cepat yang dengan bangga dia mampu tarikan.

Sementara "El Yiyo" lebih bersifat flamenco murni, dia mengatakan tidak ada yang salah dengan menggabungkannya dengan genre-genre lain seperti blues, jazz atau rock, sebuah tren yang menjadi lebih populer menyusul kesuksesan penyanyi Spanyol peraih Grammy Rosalia yang mencampurkan flamenco dengan reggaeton, trap dan R&B.

Rosalia, yang bukan orang Roma, dituduh oleh beberapa orang mengambil bentuk seni yang berasal dari Roma.

"Saya mendukung keragaman, dengan begitu ada banyak orang puritan, non-puritan, dan dengan cara itu flamenco selalu dibicarakan," kata "El Yiyo".


avl/ds/cdw