Bertemu dengan Himpuh, Dirjen PHU Ingin Tata Kelola Haji Furoda Diperbaiki

Merdeka.com - Merdeka.com - Kementerian Agama berharap tata kelola haji furoda diperbaiki. Haji furoda adalah jemaah yang mendapatkan visa mujamalah ke Tanah Suci dan diberangkatkan oleh penyelenggara ibadah haji khusus (PIHK).

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Hilman Latief menilai perlu ada transparansi dari semua pihak yang berkontribusi untuk terlaksananya haji furoda. Sehingga ke depannya, peristiwa pemulangan jemaah haji furoda ke Tanah Air saat baru menginjakkan kaki di Tanah Suci karena sejumlah pelanggaran tidak kembali terjadi.

"Kami sepakat untuk memperbaiki tata kelola, ingin membangun satu sistem yang lebih baik. Kita ingin memberikan perlindungan jemaah yang lebih baik apa pun visanya," kata Hilman usai berinteraksi dengan Himpunan Penyelenggara Haji dan Umrah (Himpuh) di Hotel Movenpick Madinah, beberapa waktu lalu.

Peristiwa pemulangan jemaah haji furoda, kata Hilman, benar-benar memprihatinkan. Apalagi, dia mendengar ada ribuan jemaah yang tidak bisa berangkat karena visa mereka tidak keluar. Tetapi, pihaknya tidak bisa melakukan apa-apa karena hal tersebut bukan kewenangan Kementerian Agama.

"Ke depan semua pihak harus hati-hati karena untuk mendapatkan visa ternyata tidak mudah. Untuk visa mujamalah ini harus ditata kembali , jangan sampai melepas orang berangkat justru di tempat tujuan ditahan. Kasihan para jemaah karena mereka yang menjadi korban," kritik Hilman.

Hilman mengaku tidak memiliki data pasti jumlah jemaah furoda di Tanah Air. Katanya, PIHK memang memberikan laporan tetapi statusnya masih berproses. Sedangkan jumlah pasti yang akhirnya tidak diketahui.

Hal-hal yang demikian, lanjut Hilman, harus diperbaiki agar tidak ada pihak-pihak yang dirugikan, utamanya jemaah. Sekalipun visa mujamalah ada dalam undang-undang, tetapi penanggung jawab haji khusus adalah perusahaan yang memberangkatkan dan posisi Kemenag hanya sebagai pengawas.

"Bagi kami di Kemenag yang terpenting ke depan jangan banyak calon jemaah yang menjadi korban. Sesuai undang-undang kami ingin tetap memberikan perlindungan terhadap jemaah. Yang jelas, terbaik untuk semua pihak," tegas Hilman.

Janji PIHK Lebih Serius Kelola Haji Furoda

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Himpuh Prana Tanjudin mengklaim soal pemberian visa pada jemaah furoda sudah sesuai ketentuan yang berlaku. Namun diakuinya, khusus tahun ini banyak hal-hal di luar seharusnya terjadi pada visa haji furoda. Ditambah lagi, kuota yang didapat juga sedikit.

Prana mengklaim, lebih kurang ada 252 jemaah furoda yang bisa diberangkatkan setelah mendapatkan visa. Sebanyak 145 di antaranya berangkat dengan konsorsium Himpuh dan sisanya lewat PIHK masing masing.

Atas saran Hilman, dia setuju pengelolaan haji furoda ke depannya harus lebih serius sehingga jemaah merasa nyaman dan dilindungi. Dia juga berjanji, PIHK ke depannya semakin serius mengelola jemaah haji furoda

"Soal aturan kami percayakan pada Kemenag yang lebih ahli. Yang jelas kami berharap Kemenag bisa memberikan yang terbaik bagi semua pemangku kepentingan perhajian," kata Prana.

Jemaah Jeli Pilih Travel

Priyantoro, salah seorang jemaah furoda membagikan pengalamannya. Setelah mengikuti pertemuan tersebut, dia baru mengetahui betapa rumitnya pengelolaan soal haji furoda.

Dia berharap jemaah furoda yang ingin berangkat benar-benar memastikan segalanya sudah terdaftar dan resmi. Selain itu, jangan ada anggapan bahwa dengan bayar mahal akan mendapatkan pelayanan lebih.

"Harus diingat walaupun biaya furoda ini besar belum tentu pelayanan yang diberikan juga lebih," ungkap jemaah furoda asal Jakarta yang turut hadir dalam pertemuan itu.

Karena menurutnya, kunci dari kelancaran berhaji dengan visa mujamalah adalah jeli memilih travel.

"Para jemaah harus pandai memilih travel yang bisa dipercaya agar perjalanan ibadah haji bisa lancar dan kita tenang beribadah di Tanah Suci," tutup Priyantoro. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel