Bertemu GP Ansor, Menlu AS Bahas soal Demokrasi

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo menyinggung soal demokrasi antara negaranya dan Indonesia. Meski ada pebedaan kultur, menurut dia masih ada kesamaannya.

Hal ini disampaikannya, saat bertemu Gerakan Pemuda Anshor atau GP Ansor yang membahas memelihara peradaban aspirasi Islam sebagai rahmatan li al'amin antara Indonesia dan Amerika Serikat.

"Menurut saya Indonesia memiliki tradisi yang menjunjung tinggi keadilan, demokrasinya memiliki ciri kultur berbeda dengan AS tapi banyak juga persamaan," kata Mike Pompeo dalam siaran disiarkan daring, Kamis (29/10/2020).

Dia memandang, peradaban umat saat ini sedang dirundung krisis. Baik dari luar atau dalam, kriris tersebut masih menciptakan ketidakadilan bagi umat.

"Saat ini semua negara sedang berjuang dari krisis, dan ketidakadilan, karenanya kita terus melanjutkan kerja sama sebagai satu kesatuan," dorong Mike Pompeo.

Mike Pompeo meyakini, manusia adalah sebuah peradaban yang merdeka. Karenanya, adalah tugas bersama untuk terus mempertahankan kemerdekaan tersebut.

"Sebagai orang yang bebas, negara yang merdeka, itu adalah tugas kita mempertahankannya," dia menandasi.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Puji Pancasila

Mike Pompeo memberikan pujian kepada kehidupan di Indonesia serta Pancasila. Ia menyebut Indonesia membuktikan bahwa berbagai agama bisa hidup berdampingan.

"Saya percaya Indonesia menunjukkan jalan ke depan bagi kita. Tak ada alasan bahwa Islam tidak bisa hidup dalam perdamaian bersama umat Kritistiani atau Budha," ujar Mike Pompeo, Kamis (29/10/2020).

Mike Pompeo yang mantan bos CIA ini juga mengkritik orang-orang yang memakai nama Islam untuk melakukan kekerasan.

Lebih lanjut, Mike Pompeo turut memuji Pancasila sebagai "prinsip-prinsip dasar yang menerangi pentingnya iman dalam kehidupan negara Anda."

Mike Pompeo berkata bahwa AS juga memiiki prinsip seperti Bhinneka Tunggal Ika, yakni E Pluribus Unum (Satu dari Semua). Selain itu, ia menyebut AS selalu melindungi prinsip kebebasan beragama.

Ia lantas menyebut bahwa AS dan Indonesia sama-sama membuktikan bahwa tidak mustahil bagi berbagai agama untuk hidup bersama.

Video Pilihan di Bawah Ini: