Bertemu Kabareskrim, Ustaz Adi Hidayat Curhat Difitnah Pegiat Medsos

·Bacaan 2 menit

VIVA – Ulama dan dai kondang, Ustadz Adi Hidayat (UAH) menemui Kepala Bareskrim Polri, Komjen Agus Andrianto di Gedung Bareskrim pada Jumat, 11 Juni 2021. Selain silaturahmi, UAH juga diskusi seputar perkembangan dan dinamika sosial, hukum, serta kebangsaan di tanah air.

Dalam pertemuan tersebut, UAH curhat ke Komjen Agus karena kerap menjadi korban fitnah para pegiat media sosial yang cuma cari sensasi saja. Namun, UAH tidak menyebutkan nama yang dimaksud.

Hanya saja, ia berharap Bareskrim Polri dapat menindak orang-orang yang merugikan bangsa dan negara bisa diproses sesuai aturan hukum yang jelas.

"Saya rasa peran Bareskrim Polri sudah sangat besar dalam upaya mengawasi dan menertibkan banyaknya permasalahan sosial yang dapat berimbas ke masalah hukum dengan kinerja yang sangat profesional saat ini,” kata UAH melalui keterangannya.

Tentu, UAH siap memberikan dukungan kepada Mabes Polri dalam rangka sosialisasi kebijakan Polri guna membantu persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. “Baik melalui media da'wah dan pembinaan yang tepat sasaran," ujarnya.

Sementara Kepala Bareskrim, Komjen Agus Andrianto mengatakan sinergi yang baik antar semua pihak adalah sesuatu yang paling dibutuhkan bangsa hari ini. Semua harus bergerak pada satu tujuan mulia yang sama, berkolaborasi dalam satu frekuensi kebaikan yang sama.

“Terhubung satu sama lain dengan jembatan rasa yang sama, yakni rasa cinta pada bangsa dan negara ini,” jelas Agus

Seperti diketahui, Ustaz Adi Hidayat menjadi korban fitnah terkait aksi penggalangan dana untuk rakyat Palestina. UAH sebelumnya mampu menggalang dana masyarakat sebesar Rp30,88 miliar.

UAH pun menyalurkan sebagian donasi itu yakni sebesar Rp14,3 melalui MUI. Lalu, sebesar Rp14,35 miliar diserahkan ke Dubes Palestina di Indonesia Zuhair Al-Shun. Sisanya, Rp5 miliar disalurkan sebagai bantuan untuk mendukung sarana pendidikan di Palestina.

Namun, penggalangan dana UAH mendapat tanggapan dari pegiat media sosial, Eko Kuntadhi. Melalui cuitan di akun Twitternya, @eko_kuntadhi menulis narasi miring bahwa donasi ke Palestina yang digalang UAH hanya diberikan sebagian.

Eko dalam cuitannya itu menulis sumbangan yang digalang dan diterima UAH sebenarnya dua kali lipat. "Alhamdulillah. Terkumpul Rp60 m, diserahkan Rp14 m," kata Eko yang menyertai tangkapan layar dua berita tentang UAH.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel