Bertemu Luhut, Elon Musk Tertarik Kembangkan Potensi Nikel RI

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan baru saja menemui CEO Tesla Inc., Elon Musk di Texas. Meski baru bertemu secara langsung untuk pertama kalinya, namun Luhut mengaku sering menjalin komunikasi dengan Elon dalam 2 tahun terakhir.

"Pertemuan ini memang yang pertama kalinya bagi saya dan Elon, tetapi sebetulnya komunikasi kami sudah terjalin selama 2 tahun belakangan," ungkap Luhut melalui akun instagramnya @luhut.pandjaitan, dikutip di Jakarta, Rabu (27/4).

Pertemuan tersebut berlangsung di Giga Factory Tesla di Austin Texas. Dari foto yang dibagikan Luhut terlihat Elon berpakaian santai mengenakan kaos hitam dengan celana panjang hitam.

Sementara itu, Luhut datang bersama timnya mengenakan setelan jas. Luhut terlihat mengenakan jas berwarna biru dongker dan kemeja biru muda. Namun tampilan Luhut terlihat santai karena tidak mengenakan dasi dengan satu kancing teratas yang dibiarkan terbuka.

Pertemuan tersebut berlangsung selama satu jam. Kepada Elon dan timnya, Luhut menjelaskan potensi bahan baku baterai listrik yang dimiliki Indonesia. Bahkan pemerintah memiliki program hilirisasi untuk memanfaatkan sumber daya alam tersebut.

"Saat ini sedang kami eksplorasi terus lewat program hilirisasi mineral," ungkapnya.

Luhut mengatakan baru kali ini Elon menerima tamu dengan antusias dengan kunjungannya. Mengingat beberapa waktu lalu Elon sedikit kaku dengan kebijakan terkait industri baterai dan pengolahan nikel di Indonesia.

"Apakah karena cuaca hujan yang baru turun di Texas setelah sekian lama ini membawa berkat tersendiri bagi tim delegasi kami, atau memang sosok Presiden Jokowi yang dianggap Elon sebagai salah satu kepala negara yang reputable karena terbukti mampu menjaga ekonomi Indonesia tetap stabil meski dalam situasi pandemi?", tutur Luhut.

Terlepas dari itu, ungkap Luhut, dalam pertemuan tersebut Elon menyampaikan alasan ketertarikannya terhadap kerja sama yang diajukan pemerintah Indonesia. Menurutnya paparan yang disampaikannya telah mengubah persepsi Elon tentang potensi industri nikel di Tanah Air.

"Karena paparan data tentang potensi industri nikel di Indonesia yang mengubah persepsinya karena dia anggap sangat menjanjikan untuk mensuplai bahan baku baterai mobil listrik yang dibutuhkan Tesla sebagai salah satu produsen kendaraan listrik ternama," kata dia.

Luhut mengatakan, pada bulan Mei mendatang Presiden Joko Widodo ke Amerika Serikat dan bertemu dengan Elon. Keduanya akan bertemu di SpaceX. "Nanti tanggal 14 Mei saat kunjungan kenegaraan Presiden Joko Widodo ke Amerika Serikat, Elon berjanji akan mengubah schedule-nya demi menemui langsung Presiden Jokowi," kata dia.

Dalam pertemuan tersebut, Luhut juga mengundang kehadiran Elon ke Bali dalam forum B20 yang menjadi salah satu rangkaian kegiatan G20 pada November mendatang.

Luhut sangat berharap pertemuannya dengan Bos Tesla bukan yang terakhir. Akan ada pertemuan lanjutan yang membahas progres kerja sama Indonesia dengan Tesla. Sehingga industri nikel di dalam negeri memiliki teknologi tinggi dan bisa menjadikan Indonesia sebagai pemain rantai pasok skala global untuk industri kendaraan listrik.

"Saya harap ini bukan pertemuan kami yang terakhir dan ke depan ada pembahasan terkait progres perkembangan industri nikel," kata dia mengakhiri. [azz]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel