Bertemu mantan PM Jepang Fukuda, Menperin dorong investasi

Faisal Yunianto
·Bacaan 2 menit

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memaparkan kemudahan peluang investasi di Indonesia ketika menggelar pertemuan dengan Ketua Japan Indonesia Association (Japinda) sekaligus mantan Perdana Menteri Jepang Yasuo Fukuda.

Japinda merupakan lembaga yang berperan meningkatkan kerja sama antara Jepang dan Indonesia.

“Dalam pertemuan tersebut, kami menyampaikan bahwa pengesahan Undang-undang Cipta Kerja mendorong reformasi regulasi yang mendukung peningkatan investasi termasuk dari Jepang,” ujar Menperin lewat keterangan resmi di Jakarta, Sabtu.

Terkait dengan peningkatan investasi, Menperin sekaligus membahas pengembangan industri metanol dan amonia.

Salah satu industri petrokimia terkemuka Jepang, Sojitz Corporation telah menyampaikan minatnya untuk memperluas investasi di Indonesia dengan berpartisipasi pada proyek hilirisasi industri berbasis gas di kawasan industri Teluk Bintuni, Papua Barat.

“Kami mendorong agar perusahaan asal Jepang tersebut juga mengembangkan industri metanol dan amonia sebagai bagian dari substitusi impor bahan baku,” papar Menperin.

Pada kesempatan tersebut, Fukuda menyampaikan bahwa Indonesia memiliki potensi industri petrokimia yang besar dan mendukung agar perusahaan Jepang dapat berinvestasi di sektor pionir tersebut. Ia juga mengapresiasi kemudahan birokrasi untuk investasi di Indonesia.

Dengan meningkatnya peluang investasi bagi perusahaan asal Jepang sebagai hasil disahkannya Undang-Undang Cipta Kerja, hubungan bilateral yang telah terbangun antara Indonesia-Jepang diharapkan akan makin kuat.

Dalam rangkaian lawatan ke Jepang, Menperin bertemu dengan prinsipal perusahaan-perusahaan otomotif di Indonesia asal Jepang untuk mendorong komitmen investasi dan perluasan pasar ekspor.

Hasilnya, terdapat sekitar Rp17 triliun investasi baru yang akan ditanamkan oleh sejumlah industri otomotif yang meliputi pengembangan model kendaraan baru serta perluasan pasar ekspor.

“Kami juga mendorong perusahaan-perusahan otomotif asal Jepang untuk melakukan ekspor mobil ke Australia dalam rangka mengoptimalkan Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) yang telah berjalan,” jelas Agus.

Jepang merupakan salah satu mitra strategis Indonesia, data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menunjukkan sepanjang 2020, investasi Jepang di Indonesia mencapai 2,6 miliar dolar AS dan sebanyak 8.817 proyek Jepang dilaksanakan di negara ini.

Baca juga: 42 jam menggaet investasi mobil listrik di Jepang
Baca juga: Mitsubishi Jepang berkomitmen tambah investasi Rp11,2 triliun
Baca juga: Menteri BUMN: Investor Jepang berniat kerja sama dengan BUMN