Bertemu Menlu Singapura, Airlangga Bahas KEK hingga Potensi Investasi

Raden Jihad Akbar
·Bacaan 2 menit

VIVA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan, di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, kemarin. Kerja sama ekonomi kedua negara pun ditingkatkan.

Pertemuan tersebut merupakan kelanjutan hasil pertemuan tingkat menteri Indonesia-Singapura yang sebelumnya digelar secara virtual dengan Menteri Perdagangan dan Industri Singapura. Ini juga merupakan rangkaian kunjungan Menteri Luar Negeri Singapura ke beberapa negara anggota ASEAN.

“Saya berharap Indonesia dapat terus bekerja sama dengan Pemerintah Singapura terutama memperdalam kerja sama ekonomi antara kedua negara dan mengatasi tantangan ekonomi yang disebabkan oleh pandemi COVID-19 yang sedang berlangsung,” ujar Airlangga dikutip dari keterangannya, Sabtu 27 Maret 2021.

Baca juga: Tak Kalah dari Bali, Sandiaga Ungkap Cara Genjot Wisata Danau Toba

Sementara itu Vivian mengatakan, perlu sinergi seluruh negara di dunia untuk berjuang melawan COVID-19. Sehingga pemulihan ekonomi global bisa terkaselerasi.

“Kita tidak dapat pulih sendirian, melainkan membutuhkan peran seluruh wilayah untuk bekerja sama,” tambahnya.

Dalam pertemuan itu isu-isu yang menjadi kepentingan bersama kedua negara dibahas tuntas. Di antaranya persiapan dan deliverables pertemuan Leaders Retreat antara kepala negara kedua pihak.

Beberapa hal penting dari kerja sama ekonomi bilateral Indonesia-Singapura yaitu pengembangan Batam-Bintan-Karimun dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) lainnya. Kemudian, investasi, bidang ketenagakerjaan, transportasi, agribisnis, dan pariwisata.

Isu-isu itu merupakan hasil dari pembahasan sebelumnya dalam Pertemuan Tingkat Menteri yang diadakan pada tanggal 15 Oktober 2020 yang lalu. Yaitu tentang enam Kelompok Kerja Ekonomi Bilateral (6WG).

Pemerintah Indonesia tegas Airlangga, mengapresiasi komitmen kuat Singapura untuk terus berinvestasi di Indonesia. Bahkan tahun lalu, Foreign Direct Investment (FDI) Singapura mencapai US$ 9,8 miliar. Nilai tersebut meningkat 34 persen dibandingkan 2019 dan merupakan rekor tertinggi dalam 6 tahun terakhir.

“Kantor kami selalu terbuka untuk inisiatif dan kolaborasi yang diprakarsai bersama untuk terus mempromosikan peluang bisnis di Indonesia dan Singapura”, tutur Airlangga.

Perkembangan kerja sama bilateral antara kedua negara yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah integrasi pembangunan Batam, Bintan, dan Karimun-Singapura. Lalu inisiatif kerja sama industri digital, kerja sama program pengembangan tech-talent, travel bubble innitiatives Singapura-Bintan dan Kawasan Industri Kendal.

Selain itu, potensi kerja sama pengembangan Smelter alumina di KEK Galang Batang juga dibahas. Selanjutnya pengembangan Maintenance Repair & Overhaul (MRO) KEK Batam Aero Technic dan persiapan Leaders Retreat.

“Saya ingin menutup dengan menegaskan kembali komitmen kuat Pemerintah Indonesia untuk terus bekerja sama dengan Singapura. Saya percaya bahwa masih banyak peluang yang harus dimanfaatkan kedua negara di tahun-tahun mendatang,” tegasnya.