Bertemu PDIP, PKS Puji Bung Karno dan Kedisiplinan Partai

Agus Rahmat, Eduward Ambarita
·Bacaan 3 menit

VIVA – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan PDI Perjuangan, melakukan pertemuan. Keduanya saling memuji dalam menjalankan roda organisasi.

PKS menilai bahwa PDI Perjuangan merupakan partai yang disiplin dalam organisasi dan memiliki rekam jejak panjang di Indonesia. Bagi PKS, Proklamator Bung Karno juga merupakan sosok teladan.

Hal itu disampaikan Sekjen PKS Habib Aboe Bakar Alhabsyi, saat bertandang ke kantor PDIP, Selasa 27 April 2021. Habib Aboe turut membawa rombongan menemui jajarang pengurus PDIP yang diwakili Sekjen Hasto Kristiyanto.

Baca juga: Munarman Diduga Lakukan Pembaiatan di UIN Jakarta, Medan dan Makassar

"Banyak titik temu yang bisa kami perjuangkan bersama. Pertama, ada kesepakatan bahwa Bung Karno adalah bapak bangsa. Kedua, semangat nasionalisme dan religiusitas," kata Habib Aboe dalam pertemuan, Selasa 27 April 2021.

Hasto pun mengamini atas pernyataan yang disampaikan Aboe. Sementara itu, Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Juwaini menambahkan, Bung Karno bukan sekadar proklamator RI yang memerdekakan Indonesia. Menurut dia, Bung Karno juga banyak mendorong negara-negara lain untuk merdeka dari penjajahan. Karena itu tak heran apabila nama Bung Karno juga harum di sejumlah negara.

"Beliau ini bukan sekadar Bapak Proklamator, tetapi orang besar yang memiliki visi besar dan memiliki karakter. Bayangkan, sejumlah negara dunia hampir putus asa dengan penjajahan, tetapi dia (Bung Karno) bisa bangkitkan dengan Konferensi Asia Afrika dan mereka bangkit merdeka atas gerakannya," kata Jazuli.

Pada kesempatan itu, Jazuli juga mengutarakan begitu hebatnya Bung Karno ketika mengumumkan Pancasila sebagai konsep ideologi alternatif, yang belakangan menjadi ideologi negara Indonesia di sidang umum PBB, New York, 30 September 1960. Hingga membuat para pemimpin dunia kagum atas konsep Bung Karno mengenalkan Pancasila ke khalayak luas.

"Inilah karakter Indonesia, inilah ciri khas Indonesia, kalau tadi disebutkan Pancasila itu sajalah yang bisa menjaga, saya bilang itu benar-benar nyata," kata Jazuli.

Di kesempatan yang sama, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengatakan, dirinya merasa bersyukur ikut silaturahmi ke kantor DPP PDI Perjuangan.

Mardani mengaku banyak mengenal kader banteng. Terutama di Komisi II DPR, juga bersama dirinya sebagai anggota DPR, disebut tokoh-tokoh yang punya kualitas dan kapabilitas.

"Sudah lama saya mengagumi teman-teman PDIP," kata Mardani.

Lanjut Mardani, hal yang perlu diamati secara utuh adalah kritik dari kader PDIP di parlemen. Menurut dia, posisi sebagai koalisi pemerintah dan partai pemenang pemilu dua kali berturut-turut, PDIP justru ikut mengritik keras institusi pemerintah. Ini menandakan kerja parlemen yang ideal. Sebab, tugas wakil rakyat adalah mengawasi dan mengoreksi kebijakan pemerintah jika dianggap belum tepat.

Mardani juga menilai, yang dapat patut dijadikan contoh adalah soal kedisiplinan dan tata organisasi kepartaian. Dia mengetahui koleganya di parleman yang juga Ketua Bidang Kehormatan DPP PDIP Komarudin Watubun, pernah memberikan sanksi kepada kadernya lantaran telat mengikuti kongres.

"Waktu di Kongres Bali, yang telat datang langsung dikasih sanksi. Ini susah ngalahin PDIP ini, dalam hati saya. Karena siapa yang mampu mendisiplinkan diri, maka dia akan mampu mendisiplinkan orang lain," kata Mardani.

Usai saling tukar berakhir yang berlangsung hangat, kedua partai kemudian saling menukar cinderamata dan buku.

Di jajaran PDIP sendiri, dalam pertemuan, Hasto didampingi Ketua Fraksi PDIP di DPR Utut Adianto, Wakil Bendahara Rudianto Tjen, dan Ketua DPP PDIP seperti Ahmad Basarah, Djarot Saiful Hidayat, Wiryanti Sukamdani, Hamka Haq, I Made Urip dan Sukur Nababan, politisi muda PDIP Zuhairi Misrawi dan Kepala Sekretariat PDIP Yoseph Adhi Dharmo.

Selain itu, hadir pula kader PDIP yang duduk sebagai Ketua Komisi IV DPR Sudin, Wakil Ketua Komisi VIII DPR Diah Pitaloka dan Wakil Ketua Komisi X DPR Agustina Wilujeng.