Bertemu Pemimpin Redaksi, Jokowi Cerita Menteri Sedang Fokus Kerja

Merdeka.com - Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu sejumlah pemimpin redaksi media massa nasional di Istana Negara, Jakarta, Rabu (13/7). Anggota Dewan Penasihat Forum Pemred, Primus Dorimulu membeberkan isi pertemuan itu.

"Yang paling penting disampaikan bagaimana Indonesia menghadapi krisis global. Presiden mengatakan menteri-menteri fokus kerja, karena situasi sedang susah," ungkap Primus di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (13/7).

Primus melanjutkan, dalam pertemuan itu Jokowi mengatakan Indonesia cukup baik menghadapi situasi krisis global. Jokowi juga menceritakan kunjungannya ke Ukraina dan Rusia.

"Indonesia dalam menghadapi ini lebih baik daripada rata-rata. Kunjungan ke rusia dan ukraina, permintaan presiden meminta kedua negara mencatat pengiriman pangan gandum," kata Pemred Beritasatu ini.

Primus menambahkan, bahwa Indonesia cukup beruntung karena pada kuartal I PDB RI bertumbuh 5,02 persen. Sedangkan kuartal II di atas 5 persen.

"Sementara inflasi kita tugas pemerintah kan harga komoditas, pangan cukup terkontrol, bahkan presiden mengatakan dengan pembangunan waduk-waduk sejak tahun pertama presiden memimpin republik ini kan waduk terus dibangun, tahun ini ada puluhan waduk, sampak 2024 ada di atas 100 waduk lagi," tuturnya.

Dia menyebut, bahwa Jokowi mengatakan pada saat ini subsidi BBM dijamin pemerintah hingga akhir tahun 2022 dengan anggaran di atas Rp500 Triliun dari APBN. Menurutnya, pemerintah sudah berkomitmen untuk subsidi.

"Bagaimana ke depan tahun 2023? Apakah subsidi akan dianggarkan atau tidak lihat nanti, tapi kalau harga komoditas dunia turun, harga minyak dunia turun, maka harga BBM akan turun juga kan. Kita harapkan ketegangan Rusia dan Ukraina mereda, akan sangat membantu ekonomi kita. Presiden yakin kita di atas rata-rata ya," pungkas Primus. [eko]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel