Berteriak Saat Ajari Anak Belajar, Pria Malah Tak Bisa Menutup Kembali Mulutnya

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Para orangtua apakah Anda sering berteriak kepada Anda? Mulai sekarang nampaknya Anda harus menghentikan kebiasaan tersebut. Pasalnya seorang pria di kota Yuyang, Tiongkok, tak bisa menutup rahangnya lagi usai berteriak kepada anaknya.

Dikutip dari SCMP, Selasa (22/9/21), pria tersebut mengaku kesal hingga berteriak sangat keras ketika mengajari anaknya akan pecahan mata uang. Dia lantas mengalami dislokasi rahang dan tak bisa menutupnya.

Videonya pun viral di media sosial. Dalam video yang diambil oleh istri pria itu, dia terlihat mengenakan piyama dengan perban melilit kepalanya saat dia berjalan pulang dari rumah sakit pada hari Selasa di Yueyang, provinsi Hunan, setelah perawatan medis. Istrinya terdengar tertawa sepanjang video.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Terlalu Emosi

Ilustrasi sedang marah (pixabay)
Ilustrasi sedang marah (pixabay)

Wanita itu mengatakan suaminya tiba-tiba tidak bisa menutup mulutnya setelah menjadi terlalu emosional ketika mencoba mengajari putrinya untuk mengenali uang kertas yang berbeda.

"Dalam perjalanan ke rumah sakit, dia mengatakan itu sangat menyakitkan sehingga dia berharap untuk menemui dokter sesegera mungkin," kata wanita yang tidak disebutkan namanya itu kepada situs berita The Paper.

Tetapi dalam perjalanan pulang, dia mengeluh tentang biaya pengobatan yang tinggi, dan berkata: 'Saya dapat melakukan banyak hal lain dengan 150 yuan (Rp 330 ribu)."

Viral

Ilustrasi Pasangan Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi Pasangan Credit: pexels.com/pixabay

Cerita tersebut dengan cepat menjadi salah satu berita yang paling banyak dicari secara online di China.

Saya sangat memahami kemarahannya. Mengajari pekerjaan rumah anak-anak benar-benar merusak kesehatan kita,” tulis seorang warganet.

Mengajari anak saya sering membuat saya gila. Suatu kali saya merasakan tekanan darah saya meningkat secara dramatis dan wajah saya menjadi mati rasa. Pada saat itu saya pikir saya menderita kelumpuhan,” tulis warganet kedua.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel