Berusaha Bangkit di Tengah Pandemi

Dian Lestari Ningsih, 18110220613-62
·Bacaan 2 menit

<p>VIVA – Tahun 2020 merupakan tahun yang berat untuk seluruh penduduk dunia. Pandemi Covid 19 yang hampir 1 tahun ini kita rasakan, mengubah wajah dunia menjadi terpuruk. Ekonomi Dunia surut, termasuk di Indonesia.

Banyak usaha yang pendapatannya jauh berkurang bahkan tidak jarang terjadi penutupan tempat usaha. Pilihannya ada di tangan seluruh pemangku usaha, apakah menyerah dengan keadaan ataukah berjuang dan berusaha lebih keras lagi mencari peluang bisnis yang sekiranya bisa menjadi peluang yang baik untuk tetap menjalankan roda ekonomi keluarga.

Terutama usaha-usaha sektor kecil dan menengah, yang mayoritas berjalan dengan modal yang pas-pasan sehingga jika usahanya berhenti, pengaruhnya akan besar kepada ekonomi pribadi dan keluarga. Algy adalah pemilik usaha reperasi laundry sepatu yang bernama Feverdust.

Feverdust mulai beroperasi pada tahun 2017, ketika pandemi Covid-19 melanda Indonesia, Feverdust mengalami krisis pendapatan yang memaksa Feverdust untuk menutup usahanya untuk sementara, disebabkan karena pelanggan Feverdust yang mayoritas nya adalah mahasiswa dan karyawan tidak dapat melaksanakan aktifitasnya di Kampus maupun di Kantor.

Sebelum pandemi covid-19 pendapatan Feverdust mencapai rata-rata 13-20jt/bulan. Lalu saat Pandemi pendapatan Feverdust hanya berkisar di 3jt/bulan, dimana itu tidak dapat menutupi biaya operasional.

Algy akhirnya memutuskan untuk beralih ke usaha lain untuk mengumpulkan modal baru yang nantinya diharapkan dapat membangkitkan Feverdust kembali. Usaha tersebut adalah usaha penjualan hand sanitizer dan berjualan kue. Dari kedua usaha tersebut pendapatan Algy sekitar 60juta/bulan.

Dengan modal yang terkumpul dari usaha menjual hand sanitizer dan kue, Algy kembali membuka Feverdust pada bulan Oktober 2020. Hingga kini pendapatan Feverdust rata-rata 7juta/bulan.

Meskipun pendapatan Feverdust sekarang lebih kecil daripada pendapatan yang didapatkan sebelum pandemi, Algy tetap bersyukur karena pendapatan tersebut dapat menutupi biaya operasional, termasuk memberikan pekerjaan kepada 2 dari 4 karyawannya yang sebelumnya dirumahkan karena usahanya ditutup.

Jadi intinya adalah kita tidak boleh menyerah dalam keadaan apapun termasuk pada saat pandemi Covid-19 saat ini. Pasti ada jalan keluar jika kita percaya dan berusaha mencari peluang lain dalam usaha dan kerja kita. Mengutip kata Algy, “Sing penting yakin!”.