Berusaha kabur, dua jambret jalanan diterjang timah panas

MERDEKA.COM, Akibat berusaha kabur dari sergapan polisi, dua orang jambret dihadiahi timah panas di bagian kaki kanannya. Penembakan itu dilakukan tidak lama setelah kedua tersangka baru melaksanakan aksinya di Jalan Raya Ngaglik, Surabaya.

Dari hasil pemeriksaan, kedua tersangka diketahui bernama Sulaiman (19), warga Jalan Demak, Surabaya dan Fuad Hasan (22), warga Labeng, Bangkalan, Madura.

Para tersangka melakukan aksinya saat melintas di Jalan Raya Ngaglik dengan menggunakan motor Satria FU Nopol L 5495 XV. Melihat Ulfiatup Khasana (21), warga Sidotopo Jaya yang baru saja pulang kuliah dengan mengendarai sepeda motor, keduanya lantas berusaha merampas tas milik korban.

"Dalam aksinya itu, tersangka Fuad memepet motor korban dari sisi kiri. Sedang tersangka Sulaiman langsung menarik tas cangklong milik korban," tutur Kapolsek Tambaksari, Kompol Suhartono, Senin (24/12).

Merasa tasnya disambar orang tak dikenal, Ulfiatup panik dan terjatuh dari motornya. Dia lantas berteriak minta tolong kepada warga sekitar. Teriakan korban didengar anggota Reskrim Polsek Tambaksari yang tengah berpatroli dan melakukan pengejaran terhadap kedua pelaku.

"Keduanya terpaksa kami lumpuhkan dengan tembakan. Karen berusaha melarikan diri dan melawan petugas ketika hendak ditangkap," lanjutnya.

Mantan Kanit Reskoba Polrestabes Surabaya ini juga menyebut, kalau kedua pelaku tercatat dua kali melakukan aksi serupa, yaitu di Jalan Wali Kota Mustajab dan Jalan Pahlawan pada bulan Desember ini. "Di lihat dari track record keduanya, meski masih tergolong muda, para tersangka ini bukan pemain baru. Dugaan kami, mereka sudah sering beraksi di jalanan," kata dia.

Selanjutnya, selain mengamankan kedua tersangka dalam keadaan tertembak di bagian kakinya, polisi juga mengamankan satu unit motor Satria FU bernopol L 5495 XV milik tersangka, tas berisi uang tunai Rp 250 ribu dan surat-surat berharga milik korban untuk dijadikan sebagai barang bukti.

Dan atas perbuatan tersangka, petugas akan menjeratnya dengan Pasal 365 KUHP, tentang tindak pidana pencurian dan kekerasan. "Ancaman hukumannya, maksimal lima tahun penjara," tegas Suhartono.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.