Besok 1 Ramadhan, Ini Pesan Ketum Muhammadiyah Haedar Nashir

Agus Rahmat, Cahyo Edi (Yogyakarta)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pimpinan Pusat Muhammadiyah sebelumnya sudah menetapkan 1 Ramadhan 1442 Hijriyah jatuh pada Selasa 13 April 2021. Tidak berbeda dengan yang diputuskan oleh pemerintah.

Terkait ditetapkannya awal puasa ini, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir, menyampaikan sejumlah pesan. Terutama dalam menjalankan ibadah Ramadhan, yang tahun ini juga masih ada pandemi COVID-19.

“Pesan kami, laksanakan puasa dan segenap ibadah di bulan Ramadhan dengan penuh ketulusan, taqarrub dan selalu dekat kepada Allah serta jadikan puasa dan ibadah di bulan Ramadhan sebagai wasilah atau media untuk meningkatkan keimanan, ketakwaan, amal salih dan kualitas diri kita yang berilmu dan menyebarkan nilai-nilai kebaikan untuk rahmatan lil alamin,” kata Haedar, Senin 12 April 2021.

Baca juga: 1 Ramadhan 1442 H Selasa 13 April, Besok Mulai Puasa

Haedar berharap, puasa bukan sekedar ritual menahan lapar dan dahaga. Tapi menjadi jalan untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Lalu ketakwaan itu juga tercermin dalam kehidupan bermasyarakat.

“Bagi kita yang berpuasa, jadikan puasa sebagai jalan menuju kualitas ketakwaan kita yang kita praktekkan dalam kehidupan kita sehari-hari sehingga dengan ketakwaan, kita menjadi orang yang saleh dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, bangsa, negara dan kemanusiaan semesta,” sambung Haedar.

Terkait Ramadhan di tahun kedua masa pandemi, Haedar mengimbau agar umat muslim terutama warga Muhammadiyah, menjadikan ibadah dengan mentaati protokol kesehatan sebagai sikap kesalehan, ketakwaan dan ihsan dalam menjaga kehidupan dan manusia lain di sekitarnya.

"Kami juga mengimbau karena bulan puasa tahun ini masih dalam keadaan pandemi COVID-19 maka jika masih belum memungkinkan untuk kegiatan-kegiatan peribadatan di masjid, tunaikanlah di rumah dengan tidak mengurangi khusyuk dan taqarrub kepada Allah,” ungkap Haedar.

Haedar mengingatkan, agar protokol kesehatan harus terus dipatuhi saat menjalankan ibadah. Dengan mematuhinya, diharapkan pandemi COVID-19 bisa teratasi dengan lebih cepat.

“Hal-hal yang menyangkut protokol kesehatan juga harus terus kita laksanakan dengan disiplin sebagai bagian dari ikhtiar kita untuk mengatasi agar COVID-19 ini selesai atau dapat kita atasi dengan sebaik-baiknya,” jelasnya.

“Selamat menunaikan puasa dan ibadah Ramadhan, semoga Allah senantiasa memberikan anugerah kepada kita dan seluruh bangsa di negeri tercinta ini memperoleh rahmat dan karunia-Nya,” tambah Haedar.