Besok, Bank Syariah Indonesia Resmi Beroperasi

Daurina Lestari, Arrijal Rachman
·Bacaan 2 menit

VIVA – Tiga bank syariah milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yakni PT Bank BRIsyariah Tbk (BRIS), PT Bank Syariah Mandiri (BSM) dan PT Bank BNI Syariah (BNIS) akan resmi merger besok, Senin, 1 Februari 2021. Peresmian PT Bank Syariah Indonesia Tbk akan akan dipimpin oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Senin, 1 Februari 2021 pukul 13.30 WIB.

Dengan bergabungnya ketiga entitas bank syariah tersebut akan jadi momen sejarah terbentuknya PT Bank Syariah Indonesia Tbk. BRIS sebagaimana diketahui akan menjadi entitas penerima penggabungan.

"Tepatnya 1 Februari 2021, secara sah kita Insya Allah akan beroperasi sebagai Bank Syariah Indonesia," kata Ketua Project Management Office Integrasi dan Peningkatan Nilai Bank Syariah BUMN, Hery Gunardi, seperti dikutip dari keterangan tertulis, Minggu, 31 Januari 2021.

Proses merger tiga bank syariah milik Himbara menuju tahap akhir usai Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan persetujuan atas aksi korporasi tersebut. Persetujuan OJK ditandai dengan keluarnya Salinan Keputusan Dewan Komisioner OJK Nomor 4/KDK.03/2021.

Baca juga: Viral, Hasil Rapid Antigen COVID-19 Keluar Tanpa Tes

Selain itu, telah didapat juga izin perubahan nama dengan menggunakan izin usaha PT Bank BRIsyariah Tbk., menjadi izin usaha atas nama PT Bank Syariah Indonesia Tbk, sebagai bank hasil penggabungan pada 27 Januari 2021.

"Ini langkah awal bagi kita semua, menjadi keluarga baru, bahu-membahu, mengemban amanah, menjadi bank syariah terbesar, dan tentunya kita mengharapkan menjadi bank terbaik, baromater perbankan syariah di dunia,” tutur Hery.

Per Desember 2020, tiga bank syariah BUMN peserta merger tersebut mencatat total pembiayaan mencapai Rp156,51 triliun. Dengan demikian, pembiayaan ditargetkan mampu tumbuh 73,8 persen dalam lima tahun mendatang.

Hingga akhir tahun lalu, Hery juga mencatat bahwa total aset ketiga bank miliki Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) itu hingga akhir tahun lalu sebesar Rp239,56 triliun. Dana pihak ketiga mencapai sebesar Rp209,98 triliun.

Jumlah tersebut menempatkan Bank Hasil Penggabungan dalam daftar 10 besar bank terbesar di Indonesia dari sisi aset, dan TOP 10 bank syariah terbesar di dunia dari sisi kapitalisasi pasar.