Besok Buruh Kabupaten Bekasi Gelar Aksi Damai di Senayan, Ini Daftar Tuntutannya

Merdeka.com - Merdeka.com - Sekitar 30 ribu buruh dari berbagai perusahaan di Kabupaten Bekasi akan berangkat ke Jakarta untuk merayakan Hari Buruh pada Sabtu (14/5) besok. Mereka akan berkumpul bersama buruh dari Jakarta, Banten dan daerah se-Jawa Barat.

"Untuk titik kumpul keberangkatan dari tempat kerjanya masing-masing langsung menuju Senayan. Jadi tidak ada titik kumpul keberangkatan khusus," kata Sekjen Aliansi Buruh Bekasi Melawan, Amir Mahfudz, Jumat (13/5).

Dia mengatakan, Perayaan Hari Buruh tahun ini akan dilakukan dengan aksi damai. Perayaan ini akan diisi dengan berbagai kegiatan, seperti kumpul-kumpul bersama buruh dari daerah lainnya sambil menyuarakan tuntutan.

"Namanya juga Mayday Fiesta, jadi besok aksi damai. Kita kumpul, bikin acara, kalau untuk tuntutan buruh dari Kabupaten Bekasi sama dengan daerah lainnya, tuntutannya secara nasional, karena ini Mayday," katanya.

Perayaan Hari Buruh, lanjut Konsulat Cabang FSPMI Kabupaten Bekasi ini, seharusnya dilaksanakan pada 1 Mei kemarin. Namun karena menjelang Idulfitri 1443 Hijriah, maka perayaannya ditunda besok.

"Tapi dari tanggal 1 Mei pas masih puasa kita sudah mulai lakukan kegiatan, seperti memberikan penghargaan kepada pahlawan buruh dan tokoh buruh. Kalau Mayday Fiestanya kita enggak bisa bikin di tanggal 1 Mei karena besoknya sudah lebaran," katanya.

Selain kegiatan tersebut, pada Perayaan Hari Buruh besok juga akan dilaksanakan deklarasi Partai Buruh. Deklarasi ini lahir dari kekecewaan buruh karena partai politik yang ada di parlemen saat ini dianggap lebih memihak pengusaha.

"Buruh mayoritas, angkatan kerja ada 250 juta dari 270 juta pekerja. Sebelum ada Partai Buruh, kita kemarin ke partai menitipkan aspirasi, nah kenyataannya partai-partai yang ada saat ini semuanya pola pikirnya tidak ada yang pola pikir buruh, semuanya pola pikir pengusaha," ungkapnya.

Salah satu contoh, kata dia, terbitnya Undang-Undang Omnibus Law. Menurutnya, regulasi tersebut lebih menguntungkan pengusaha ketimbang buruh.

"Omnibus Law sangat mengakomodir kepentingan pengusaha yang tidak mau duitnya kepotong untuk kesejahteraan rakyat dalam hal ini pekerja," katanya.

Pada Perayaan Hari Buruh Besok, ada 17 tuntutan yang akan disampaikan. Yakni, tolak Omnibus law UU Cipta Kerja, turunkan harga bahan pokok, BBM, dan gas, sahkan RUU PPRT, tolak revisi UU PPP, tolak revisi UU SP/SB dan tolak upah murah.

Kemudian, hapus outsourcing, tolak kenaikan pajak PPn, sahkan RPP Perlindungan ABK dan Buruh Migran, tolak pengurangan peserta PBI Jaminan Kesehatan, wujudkan kedaulatan pangan dan reforma agraria, stop kriminalisasi petani, serta biaya pendidikan murah dan wajib belajar 15 tahun gratis.

Tuntutan selanjutnya yaitu, angkat guru dan tenaga honorer menjadi PNS, pemberdayaan sektor informal, ratifikasi Konversi ILO Nomor 190 tentang Penghapusan Kekerasan dan Pelecehan di Dunia Kerja, laksanakan Pemilu tepat waktu 14 Februari 2024 secara jurdil dan tanpa politik uang, redistribusi kekayaan yang adil dengan menambah program jaminan sosial, dan tidak boleh ada orang kelaparan di negeri yang kaya. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel