Besok, Dahlan Iskan Dipanggil DPR Lagi  

  • Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNnews.com
    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNNEWS.COM - Sekitar 75 persen dari penduduk Indonesia memenuhi kehidupannya dengan uang kurang dari 4 dollar AS per hari. …

  • Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Tempo
    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    TEMPO.CO, Surakarta - Pembangunan jalan tol yang menghubungkan dua kota terbesar di Indonesia, Jakarta dan Surabaya, berdampak menyusutnya lahan pertanian. …

  • Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    Merdeka.com
    Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    MERDEKA.COM. Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) menilai, sejak Presiden SBY mengeluarkan Instruksi Presiden No.15 Tahun 2011 tentang Perlindungan Nelayan, armada perikanan nasional justru bertumpuk di perairan kepulauan. …

TEMPO. CO, Jakarta - Komisi Energi berencana memanggil lagi Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan terkait dengan inefesiensi di PT Perusahaan Listrik Negara saat dipimpinnya. "Rapat lanjutan masalah inefesiensi PLN, besok pukul 10 pagi," ujar anggota Komisi Energi, Sutan Bhatoegana, ketika dihubungi, Ahad, 2 Desember 2012.

Ia mengatakan, panggilan lanjutan ini dilakukan karena rapat terdahulu yang digelar pada 13 November 2012 belum memuaskan. Rapat juga sempat diskors lantaran Dahlan dinilai kurang menguasai hasil temuan Badan Pemeriksa Keuangan. "Jadi diberi kesempatan lagi untuk membaca temuan BPK secara utuh," kata Sutan.

Seperti rapat sebelumnya, selain Dahlan, Komisi juga akan memanggil kembali Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik, Kepala BP Migas R Priyono, Direktur Utama Perusahaan Gas Negara Hendi Prio Santoso, Dirut PLN Nur Pamudji, dan Dirut Pertamina Karen Agustiawan.

Ditemui Jumat lalu, 30 November 2012, Dahlan memastikan kesediaannya untuk hadir. "Iya datang. Undangannya sudah benar ditujukan untuk mantan Dirut PLN," katanya di Kementerian BUMN, 3 Desember 2012.

Badan Pemeriksa Keuangan menemukan inefisiensi dalam tubuh PLN sebesar Rp 37 triliun. Atas temuan itu, Komisi Energi sempat mewacanakan audit investigatif. Permintaan tersebut dituangkan melalui Surat Komisi VII DPR RI kepada BPK yang bernomor PW/10650/DPRRI/XI/2012 yang ditandatangani oleh Wakil Ketua DPR RI, Pramono Anung.

ANANDA PUTRI

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...

Artikel Bisnis Terpopuler